Warga Jombang Temukan Struktur Bata Kuno Peninggalan Majapahit - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Monday, January 15, 2018

Warga Jombang Temukan Struktur Bata Kuno Peninggalan Majapahit

sumber gambar : www.detik.com
Jombang, SuaraJatim.tk - Situs purbakala kembali ditemukan warga Jombang. Kali ini struktur mirip bangunan candi dan Lingga Yoni ditemukan di area punden. Diduga struktur dari bata kuno ini peninggaan Majapahit.

Struktur dari bata kuno itu ditemukan Soleh (31), juru kunci punden Mbah Blawu di Dusun Sumbersari, Desa Sukosari, Jogoroto, Minggu (14/1) pagi. Saat itu dirinya menggali tanah untuk urukan jalan punden yang berlubang.

"Saat menggali tiba-tiba cangkul saya mengenai bata-bata kuno ini," kata Soleh kepada wartawan di lokasi.

Struktur bata kuno ini, lanjut Soleh, diperkirakan seluas 20x20 meter persegi. Dari penggalian yang dilakukan hingga kedalaman sekitar 1 meter, tampak bangunan dari bata merah kuno. Diperkirakan struktur bata lebih dalam lagi tertimbun tanah.

Ukuran setiap bata merah 30x20 cm dengan ketebalan 7 cm. Selain itu, dirinya juga menemukan batu diduga merupakan Lingga. Di bawah batu terdapat Yoni.

Kedua struktur ini pada era Majapahit sebagai simbol kesuburan. Lingga melambangkan Dewa Siwa, sedangkan Yoni lambang Dewi Parwati. "Bangunan ini sepertinya candi, soalnya bata merah ditata tak pakai perekat semen," ujarnya.

Sebelum menemukan struktur kuno ini, Soleh mengaku bermimpi melihat Candi Tikus di area punden Mbah Blawu. Candi Tikus bisa dijumpai di Trowulan, Mojokerto sebagai peninggalan Majapahit. Sementara Mbah Blawu dipercaya warga sekitar sebagai tokoh yang membangun desa di masa lampau.

"Punden ini disyakralkan oleh warga. Banyak pengunjung datang dari Jember, Yogyakarta, Lumajang untuk berziarah di sini," terangnya.

Tokoh Masyarakat Dusun Sumbersari Tamin (65) menjelaskan, struktur bata berbentuk persegi dengan lubang di tengahnya menjadi sumber air bagi warga sekitar. Struktur yang diduga Lingga ini menjadi cikal bakal penamaan kampung tersebut.

"Disebut Dusun Sumbersari karena sumber airnya dari sini," cetusnya.

Sementara Humas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Sudaryanto mengaku belum mengetahui adanya temuan ini. "Saya belum ke lokasi sehingga belum bisa mengetahui jenis bangunan dan peninggalan apa," tandasnya. (fat/fat)