Hearing Forum Desa Terdampak Pekerjaan Tol Soker Tak ada Solusi - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Saturday, May 12, 2018

Hearing Forum Desa Terdampak Pekerjaan Tol Soker Tak ada Solusi




Nganjuk  Radar Merah Putih -
Permasalahan pembangunan jalan tol Solo Kertosono (Soker), masih menyisahkan cerita minus bagi masyarakat sekitar proyek nasional ini.  Proyek monumental yang dilaksanakan oleh PT WIKA kini mendapatkan perhatian cukup serius dari komisi 3 DPRD Nganjuk.

Para wakil rakyat yang duduk dikursi komisi 3 kali ini tidak ingin menyisahkan kendala masalah sosial di masyarakat terdampak tol pada hari Jumat (11/05/2018) menggelar hearing dialog dengan elemen pemerintah kabupaten Nganjuk, PU kabupaten dan provinsi Jawa Timur, masyarakat serta PT WIKA sebagai pelaksana tol Soker. Hearing dilakukan karena adanya permohonan dari masyarakat yang tergabung dalam Forum Desa Terdampak Pekerjaan Tol Soker (FDTPTS).

Seperti yang dikatakan oleh ketua komisi 3 yang juga sebagai ketua sidang hearing Tatit Heru Tjahjono pada saat dialog. Harapannya tuntutan masyarakat yang tergabung dalam FDTPTS bisa direalisasikan oleh pihak PT WIKA.

"Para masyarakat  FDTPTS datang ke kantor dewan tujuannya untuk mencari solusi, tapi sayang pihak PT WIKA yang datang hanya perwakilannya yang tidak mampu memberi keputusan," ujarnya.

Dilain pihak undangan yang ditujukan untuk PT WIKA dalam menghadiri hearing kali ini seharusnya untuk pucuk pimpinannya. Sedangkan yang hadir adalah 2 orang perwakilan dari PT WIKA.

"Karena yang hadir hanya koordinator lapangan dari PT Wika bukan pimpinannya maka kami putuskan hearing ditunda pada tanggal 18/05/2018," ujar Tatit.

Walau sidang hearing ditunda karena tidak hadirnya pihak pembuat kebijakan pelaksana kerja tol Soker, komisi 3 tetap membuat keputusan mulai tanggal 12/05/2018 kendaraan dump truk penggangkut uruk ukuran besar tidak boleh beroperasi sampai keputusan lebih lanjut.

Sedangkan dari pihak FDTPTS yang diwakili Sutikno menyampaikan pada awak media agar PT WIKA mematuhi keputusan yang telah dicapai dalam hearing.

"Kalau pihak PT WIKA masih memakai dump truk ukuran besar tetap beroperasi, kami pasti sangat kecewa tapi disisi lain kami akan tetap memakai jalur resmi untuk menuntut PT WIKA," pungkasnya.(siwi)