Apa kata H.Heri Widianto dalam memilih Pemimpin dalam Pilkada Nganjuk 2018,ini Himɓauannya.... - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Sunday, June 17, 2018

Apa kata H.Heri Widianto dalam memilih Pemimpin dalam Pilkada Nganjuk 2018,ini Himɓauannya....



Nganjuk,Radar MP - Sebagai tokoh masyarakat dan pengusaha sukses, H.Hery Widianto mengungkapkan bahwa memilih pemimpin itu harus"Lillahi ta’ala" ,
yang tidak ada niat memperkaya diri, keluarga dan kelompoknya karena jabatan atau kebijakannya .

Hal ini disampaikan di kediamannya , Desa Kurungrejo Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk Senin 18/06'2018.

Tradisi  , budaya atau kebiasaan bagi bagi uang atau sembako sungguh perbuatan tidak  terhormat sebagai calon pemimpin bila itu untuƙ mempengaruhi pilihannya.

H.Heri juga mengingatkan,"jangan ajari rakyat untuƙ jual harga diri hanya dengan sebungkus sembako untuk memperoleh kemenangan,"tandasnya.

Masih kata H.Heri,"Sosok pemimpin adalah sosok yang akan menjadi panutan bagi rakyat yang akan dipimpinya , untuk  jadi pemimpin yang perlu disiapkan bukan sembako , sepotong sarung atau sepeser rupiah , namun lebih pada kesiapan mentalnya dalam memimpin," cetusnya.

Ditambahkan oleh H.Hery ",
Bila ada pemimpin yang memberi sesuatu untuƙ mempengaruhinya,itu salah satu ciri ciri calon pemimpin yang tidak percaya diri dengan  kemampuan intelektualnya, dan menciptakan pemerintahan kapitalis modern yang menjadi andalanya, " tambahnya.

Diakhir perbincangannya H.Hery menghimbau kepada seluruh rakyat jangan ragu ragu lagi mencoblos atau memilih untuk menentukan pilihan kepaɗa pemimpin yang  inteleƙtual dan bijaksana yang bisa dipercaya dan yang tidak  kalah pentingnya bisa merakyat dan melawan tindakan korupsi, pilihan kita menentukan bagaimana kedepan daerah kita akan dibawa oleh pemimpin yang baru .

Kalau dikasih sesuatu jangan diterima dan jangan dipilih orangnya , ini cara yang cerdas dan bijak kita menentukan pemimpin yang jujur dan bermartabat ,
sillahkan menentukan pilihan masing masing , karena masih banyaknya pemilih yang  masih bingung pungkas H. Hery.  (siwi)