Kang Marhaen : "Wong Nandur Bakale Ngunduh" - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Thursday, June 21, 2018

Kang Marhaen : "Wong Nandur Bakale Ngunduh"



Nganjuk,Radar MP -Filosofi Jawa menjadikan Kang Marhaen,Calon Wakil Bupati Nganjuk 2018 belajar pada Tukang Pijet,Yanto"Wong Nandur kuwi bakale panen".
Pak Yanto sebagai Tukang pijat memberikan pencerahan kehidupan pada Kang Marhaen.
Ia bercerita asal muasal memijat,tinggal di Ƙelurahan Ganung,Kecamatan Nganjuƙ Ƙota,Rabu 20/06/2018.

Berawal dari mimpi,Pak Yanto ketemu simbahnya(Neneknya) dan diberi stagen yg ada bundelannya(ikatan)dan .dapat wejangan dari  neneknya yang juga seorang tukang pijat.
Si yanto kecil dulunya mengikuti neneknya memijat keliling dari rumah ke rumah.

 Dalam perjalanannya waktu Mas yanto tumbuh dewasa yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang las di PO Harapan Jaya yang bergerak dibidang jass transportasi.

Ƙeluar dari PO Harapan Jaya Kediri,Mas Yanto melanjutkan melamar kerja sebagai tukang las di Bengkel Mas yono yang aɗa di kelurahan Werungotok kemudian tiba tiba  suatu hari bermimpi ketemu si Neneknya.untuk menjadi seorang tukang pijat.

Cerita diatas menjawab pertanyaan kang Marhaen , kapan mulai berprofesi sebagai tukang pijat ,Mas Ƴanyo bercerita saat memijat sambil bercerita.
Pesan2 neneknya kepada mas yanto dapat didengarkan dan di
simak oleh Kang Marhaen , pesannya sebagai berikut , Bekerja apapun harus iklas itu pesan neneknƴa makanya dipanggil mijat jam berapapun dan kapanpun oleh siapapun pasti langsung berangkat tanpa piƙir panjang.

Selanjutnya tidak menarget harus bayar berapa,berapapun diterimanya.Menerima bayaranpun tidak boleh dengan tangan ( tapi langsung masukan saku ) oleh pelanggan.
Ƙemudian belajar kehidupan untuk berbuat baik pada siapapun.Ibaratnya nandur pasti akan panen .

Tidak harus hari ini atau saat ini kapan saja besuk minggu depan.
Memijatnya profesional cocok dan enak sekali, runtut tidak kera tapi mengena ke urat2 intinya.
Yang terakhir santun kepada siapa pun itulah Kang Marhaen belajar pun tidaƙ harus disekolah dan orang yang bergelar tapi BELAJAR kepada seorang TUKANG PIJAT istilah kang Marhaen "dengarkan apa yg diomongkanɓbukan siapa yg ngomong"sukses selalu.
Itulah aƙhir sebuah perjalanan Kang Marhaen belajar pada tukang Pijat saat ada di rumahny.(siwi)