Nyadran Dusun Puncu,Desa Gampeng Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Thursday, July 5, 2018

Nyadran Dusun Puncu,Desa Gampeng Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk




Nganjuk,Radar MP - Tradisi bersih desa atau Nyadran sering dilakukan oleh masyarakat perdesaan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diterimanya selama bercocok tanam di ladang atau di tanah garapnya.Hal inilah yang dilakukan oleh warga dusun Puncu, Desa Gampeng Kecamatan Ngluyu, yang dipusatkan di makam Mbah Cungkup yang terletak di dusun Puncu.Tepatnya Pasaran Jawa Hari Jum' at Pahing,6/07/2018.

Tradisi Bersih desa ini merupakan kegiatan rutin  setiap tahun atau setelah panen yang sudah menjadi budaya warga Desa Gampeng secara umum.
Saat dikonfirmasi oleh awak media online Radar MP,Kepala Desa Gampeng, Biono Kades Gampeng mengungkapkan,"Bersih desa ini merupakan inisiatif masyarakat kami,mereka sangat antusias mengumpulkan dana atau biaya untuk Nyadran ini, " ungkap Kades Gampeng siang ini.

Masih menurut Biono bahwa di Desa Gampeng ini ada empat dusun,  namun Nyadran hanya di Dusun Puncu,"paparnya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Biono, " di dusun Puncu juga terdapat di empat lokasi,  karena masing masing dusun kegiatannya berbeda, "tegasnya.

Sementara itu jadwal kegiatan bersih desa ini sudah mulai hari Kamis sore ,5 Juli 2018  yang diisi kegiatannya dari pengajian umum, jum'at pagi ( setelah subuh) kemudian pembacaan ayat ayat suci  Al Qur' an ditempatkan di Makam Cungkup.

 Setelah rangkaian kegiatan itu dilanjut tasyakuran bersama dimulai sekitar pukul 12.00 siang  di Makam Mbah Kuncup pula.Sore harinya dilanjutkan pagelaran wayang di kediamannya Kepala dusun Puncu ,Parsito rencananya hingga esok hari.

Perlu diketahui,
Sebelum tasyakuran terlebih dahulu dilakukan arak arakan membawa tumpeng dari semua warga masyarakat dan juga tidak ketibggalan buah buahan.

Arak arakan seperti biasa dimulai dari kediaman Kasun puncu,Parsito menuju makam Mbah cungkup .

Kemudian ditambahkan oleh Kades Biono bahwa semua hasil olahan atau masakan yang dibawa ke punden  Mbah Cungkup  ini menurut ceritanya tidak boleh dicicipi ( dirasakan lebih dulu),"tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media online Radar MP diceritakan adanya mitos bahwa tumpeng yang dibawa ke makam tidak akan sampai di tempat tujuan bilamana masakannya dicicipi.

Sisa makanan tumpeng yang sudah dimintakan doa bersama di makam ini sangat bermanfaat bagi kebutuhan sehari hari selama setahun,hal ini sesuai untuk bercocok tanam juga kebutuhan yang lain sesuai kebutuhan .

Sekedar tambahan bahwa jarak tempuh dari kediaman kasun menuju makam sekitar  kurang lebih 5 km.Rempah rempah yang dibuat semuanya dari hasil panen sendiri.(siwi)