Pawai Budaya Semarakan HUT RI ke 73 sekaligus Sedekah bumi di Kelurahan Warujayeng. - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Tuesday, September 11, 2018

Pawai Budaya Semarakan HUT RI ke 73 sekaligus Sedekah bumi di Kelurahan Warujayeng.



Nganjuk, Radar MP - Gelaran karnaval dalam rangka peringatan HUT RI ke 73 dan sekaligus sedekah bumi Kelurahan Warujayeng diikuti 9 lingkungan yang masing masing menampilkan berbagai busana khas daerah, berangkat mulai dari Balai Kelurahan Warujayeng menuju ke makam Ki Ageng Keniten dan Ki Ageng Kerto, Selasa(11/09/2018).

Peserta pawai ini diberangkatkan langsung Kepala Kelurahan Koderi, SH , dalam sambutannya, Koderi menyampaikan,  "bahwa sedekah bumi Kelurahan Warujayeng kita peringati tepat setiap tanggal 1 Suro, apalagi saat ini juga masih peringatan HUT RI, dan kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin setiap satu tahun sekali "ungkapnya sebelum memberangkatkan peserta karnaval.

Peserta pawai  budaya ini  diikuti oleh seluruh masyarakat, perwakilan dari masing2 dusun,  sedangkan di kelurahan Warujayeng ini terdiri menjadi 9 gang atau 9 dusun,  jadi peserta pawai  budaya ini ada 9 barsan. Mereka dengan kreatifitasnya,  menanpilkan  home induty , selai itu juga tambilan para petani dengan membawa hasil panen olahanya.
Tampak hadir tokoh masyarakat setempat
seperti Surya Kartika atau dengan sebutan loyalnya Kang Memet, Ridwan  atau dengan  sebutan ngetrenya Mbah Gondrong , Abdul Wahid Kasat Pol PP.


Info yang dihimpun awak media online dan cetak Radar MP,  Kang Memet  ,  menyampaikan  bahwa kegiata ini adalah bentuk wujud kepedulian masyarakat , kekompakan  dan antuaias  masrayakat  Warujayeng dalam memperingati  HUT RI ke 73 sekakigus sedekah bumi.
Koderi  pun  mengatakan  bahwa  sedekah bumi yang sekarang ini kami lebih memfokuskan kepada yatim piatu dengan memberikan santunan,"ungkapnya.

Iring iringan peserta karnaval menjadikan jalan macet,  ribuan penonton memenuhi jalan sepanjang rute pawai budaya tersebut.  Selain itu dengan pawai budaya ini mendapat perhatian dari masyarakat lingkungan dan juga dari luar kelurahan yang menyaksikan yang kebetulan tepat hari libur 1 Suro.(siwi)