Polres Tuban : 250 Personil Gabungan Polres Tuban Amankan Demo Warga Mojoagung - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Monday, September 10, 2018

Polres Tuban : 250 Personil Gabungan Polres Tuban Amankan Demo Warga Mojoagung


TUBAN, Radar MP -– Setelah ditetapkanya kepala desa Mojo Agung sebagai tersangka tindak pidana korupsi dana ADD, ratusan warga Mojo Agung gabungan dengan LSM GMBI gelar aksi unjuk rasa didepan kantor Kejaksaan Tuban, Senin 10/09/2018 pagi tadi.
Dalam aksi ini, Polres Tuban kawal ketat dengan terjunkan ratusan personil yang terdiri dari gabungan Polsek jajaran.
Dalam pengamanan ini di pimpin langsung oleh Waka Polres Tuban Komisaris Polisi (Kompol) Teguh Priyo Wasono, S.I.K
Dalam statemennya ketika diwawancarai media ini Waka Polres Menjelaskan bahwa dalam aksi unjuk rasa ini dengan masa kurang lebih 800 orang, Polres Tuban setidaknya kerahkan 250 personil.
“Dalam aksi unjuk rasa ini kami kerahkan dua ratus lima puluh personil karena mengingat jumlah masa segitu banyaknya” jelas Waka.
Waka Polres juga mengimbuhkan dalam statemenya bahwa pihaknya akan kawal ketat dan jamin keamanan para pengunjuk rasa, dan jika nantinya terjadi anarkis pihaknya juga akan melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami akan mengawal ketat sampai akhir kegiatan ini, tapi jika nantinya terjadi tindakan anarkis, kami akan melakukan tindakan sesuai prosedur yang berlaku” imbuhnya.
Kurang lebih 10 orang perwakilan Warga Mojo Agung yang diketuai oleh Sugeng yang menjabat sebagai ketua LSM GMBI distrik Tuban untuk mediasi di Kejaksaan yang ditemui langsung oleh KAJARI Tuban Mustofa SH.
Dalam mediasi tersebut Kajari Tuban menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan ya sudah sesuai prosedur, apabila warga mempunyai bukti untuk merigankan kades mojo Agung agar, dipersiapkan untuk persidangan nanti.
“Kami melakukan tindakan sudah sesuai prosedur dan jika ada bukti untuk meringankan Tersangka tolong nanti disiapkan dalam persidangan” Jelas Kajari Tuban.
Setelah mediasi berlangsung telah disepakati bahwa hasil mediasi tersebut adalah pihak kejaksaan dengan jaminan Bupati.
Masa membubarkan diri setelah bermeditasi, pihaknya juga berencana untuk menggelar aksi tersebut 3 kali berturut turut.
Ags/Hum