Putra Damkar : Berikan Sosialisasi Penanganan Dini Pada Kebakaran Tabung Gas LPG - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Saturday, September 1, 2018

Putra Damkar : Berikan Sosialisasi Penanganan Dini Pada Kebakaran Tabung Gas LPG



Nganjuk,Radar MP - Putra Damkar Berikan Pencerahan,  Penanganan dini terhadap bahaya kebakaran di dusun Ringinrejo Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon,Kabupaten Nganjuk, Sabtu malam ( 01/09/2018).

Memberikan sosialisasi dapat menambah pengetahuan dan ilmu bagi masyarakat kecil , tentang manfaat dan tanda tanda terjadinya kebakaran yang disebabkan penggunaan tabung gas LPG,dan terdengar maraknya pemberitaan mengenai 'tabung gas meledak' memang membuat sebagian orang menjadi tahu untuk menggunakan LPG, terutama untuk tabung ukuran 3,6 kg. Pasalnya, tabung ukuran tersebut kerap diberitakan menjadi penyebab terjadinya ledakan atau kebakaran. Namun, apakah benar tabungnya yang meledak? Asumsi tersebut harus kita luruskan, karena pada kasus kebakaran atau ledakan yang diakibatkan LPG belum ditemukan fakta yang menunjukkan kalau tabung benar-benar hancur. Kemungkinan besar tabung masih utuh dan hanya gosong.

Hal tersebut terungkap dalam sosialisasi bahaya kebakaran tabung LPG dan cara mengatasinya yang diselenggarakan oleh Putra Damkar yang beralamat di Jln. A. Yani Tanjunganom.

Melalui Andik Firman ,Farid  pemuda  kalem dan ramah yang peduli dengan lingkungan ini menyampaikan dalam konteks 'tabung gas meledak' sebenarnya bukan tabungnya yang meledak, tetapi terperangkapnya gas akibat kebocoran di dalam ruangan tertutup, contohnya ruangan sempit di bawah kompor gas. Jadi, ketika kompor dinyalakan otomatis mengakibatkan ledakan kecil dan kompor tidak menyala. Hal ini dikarenakan adanya campuran antara gas, udara (oksigen), dan panas (pemantik kompor).Lantas, hal apa saja yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran atau ledakan?

Farid, menjelaskan, "Kebocoran gas sebagian besar, kebakaran atau ledakan disebabkan karena gas yang bocor terperangkap di ruangan dan terakumulasi hingga menyebabkan ledakan. Umumnya, kebocoran gas bisa disebabkan karena selang yang rusak/ sudah getas, regulator pada katup tabung tidak terpasang benar/ rusak, atau karet pengaman rusak. Ciri-ciri jika terjadi kebocoran gas biasanya akan terdengar bunyi mendesis pada regulator dan tercium bau gas,Kelalaian manusia Kelalaian manusia juga menimbulkan potensi terjadinya kebakaran atau ledakan. Seperti menyalakan kompor saat tercium bau gas, lupa mematikan katup kompor padahal kompor tidak menyala, atau membeli tabung gas kedaluwarsa,"jelasnya.

Farid mengungkapkan, "Alat yang digunakan Penggunaan peralatan LPG dengan kualitas buruk dan tidak memenuhi standar keamanan juga bisa menyebabkan terjadinya kebakaran atau ledakan. Seperti penggunaan regulator dan selang yang tidak memenuhi standar (SNI) sehingga regulator valve mudah rusak atau selang mudah getas saat terlipat/ digigit tikus. Bahkan, kualitas tabung gas dan kompor yang tidak sesuai standar keamanan pun bisa menyebabkan timbulnya ledakan atau kebakaran, cara menggunakan LPG dan perlengkapannya Cara menggunakan LPG dan perlengkapannya yang tidak bijak juga bisa menyebabkan ledakan atau kebakaran. Seperti pemasangan regulator tidak tepat, selang regulator tertindih atau tertekuk, menempatkan kompor dan tabung di tempat tidak rata atau klem pada regulator maupun kompor tidak terpasang benar,"terangnya rinci.

Untuk menghindari terjadinya kebakaran perlu adanya langkah pengamanan jika terjadi kebakaran atau ledakan,putra Damkar memberikan sosialisasi kepada masyarakat,seperti yang diutarakan Farid,"Pertama, jangan panik dan langsung menyiram api dengan air.Kedua, jangan mematikan atau menyalakan lampu listrik karena percikan api bisa memicu kebakaran atau ledakan yang lebih besar.
Ketiga,cabut regulator dari tabung. Maka api pun akan padam dengan sendirinya,".

Ditambahkan oleh Farid, "Jika masih ada sisa api di sekelilingnya, barulah kita padamkan dengan air,cara tersebut bisa di praktekkan pada kompor yang terbakar akibat kebocoran gas,"ungkapnya selesai memberikan sosialisasi. (siwi)