-->

Author Details

Diduga Mark Up Pembelian TKD,Perangkat Desa Sukowidi Terancam Masuk Bui

Thursday, November 22, 2018, November 22, 2018 WIB Last Updated 2019-03-01T04:36:21Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Magetan,Radar MP - Hampir seluruh perangkat desa bersiap siap pindah ruang jeruji besi yang diduga belasan perangkat Desa Sukowidi,Kecamatan Kartoharjodi Kabupaten Magetan terlibat dalam kepanitiaan ganti rugi Tanah Kas Desa (TKD) dampak dari proyek jalan tol Ruas Ngawi-Wilangan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan menduga adanya temuan penyelewengan dalam proses pengadaan lahan kas desa tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Magetan,Soppeng Atang Pujianto saat dikonfirmasi via telepon mengungkapkan,"  kasus ganti rugi dari pembebasan lahan untuk jalan tol, di mana ada pembebasan lahan tanah kas desa yang diduga tidak sesuai ketentuan. Sehingga menyebabkan potensi kerugian negara karena harga di mark up oleh perangkat Desa Sukowidi,” ujarnya.Kamis, 22/11/2018.

Lebih lanjut ungkap Atang Pujianto,"adanya indikasi kecurangan perangkat Desa Sukowidi, ada pada Kepala desa, Malikun. Malikun diduga sengaja mempersiapkan lahan untuk pengganti tanah desa.Tanah Kas Desa yang dibeli oleh kepala desa dengan harga yang sangat murah saat itu,"jelasnya.

Masih ungkap Atang Pujianto,“Kepala desa Sukowidi ini membeli tanah dengan harga sangat murah dari warganya. Hal ini sudah direncanakan sebelumnya karena ada proyek jalan tol. Tanah yang dibeli Kepala Desa itu berupa sawah yang sudah direncanakan digunakan sebagai tanah pengganti Tanah Kas Desa dengan estimasi harga jauh lebih tinggi dari pembelian,” ujarnya.

Disampaikan oleh  Atang," hampir seluruh perangkat desa terancam dibui jika tidak kooperatif dalam pemeriksaan.Ia mengakui para perangkat desa yang tidak jujur dalam pemeriksaan bisa memberatkan karena pihak Kejari Magetan sudah mengumpulkan beberapa bukti indikasi kecurangan.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Magetan Sudiharyansyah mengatakan bahwa tanah milik kepala desa 30.807 meter persegi dibeli sebagai tanah kas desa dengan harga Rp 137 ribu per meter atau sekitar Rp 4,4 milyar.Padahal tanah sawah itu dibeli dari warganya hanya dengan harga yang sangat murah.

Ditambahkan oleh Kasi Intel Kejaksaan,"kami menduga kades  memperkaya diri dari uang negara ganti rugi jalan tol. Sengaja memanfaatkan momen beli tanah sawah milik warganya dengan harga murah. Setelah diakui miliknya seolah Kades ini menjual untuk tanah kas desa harga jauh lebih mahal,”paparnya.

Diungkapkan Sudiharyansyah,saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan atas kasus tersebut.Nilai kerugian negara menurutnya masih dalam tahap penghitungan.

Lebih lanjut ungkap Kasi Intel,"dalam hal pengadaan pengganti Tanah Kas Desa ada tim P2T yang diketuai oleh kades.Untuk nilai kerugian masih kita selidiki dengan periksa seluruh perangkat desa,” ucapnya.

Dari data yang dihimpun, perangkat desa yang telah menjalani pemeriksaan diantaranya Kepala Desa Malikun, Sekretaris Desa Ratna, Kepala Dusun 1 Dewi. Selain itu turut diperiksa beberapa Kaur Pemerintahan diantaranya Wawan, Yanti, Agus, dan Yahya.

Perlu diketahui Desa Sukowidi Kecamatan Kartoharjo Magetan telah dilalui jalan trans Jawa takni ruas tol Ngawi-Wilangan.(juned)
Komentar

Tampilkan

Terkini