Pengelolaan Sampah Kabupaten oleh Kota di SPA Velodrom Menuai Beragam Reaksi - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Monday, November 12, 2018

Pengelolaan Sampah Kabupaten oleh Kota di SPA Velodrom Menuai Beragam Reaksi




Terkait SPA Velodrom Kota Malang, menurut sumber warga Sekarpuro juga Sawojajar yang masuk wilayah Kabupaten Malang.

Saat ditemui awak media (10/11) sumber menjelaskan "permasalahan yang muncul saat ini, sebetulnya sudah lama dan bagaikan Gunung Es. Hanya saja ahir-ahir ini warga mulai resah dengan kebijakan yang diambil operator SPA Velodrom tersebut yang dirasa seperti mempermainkan warga yang mau membuang sampah rumah tangga".

" Karena selama hampir 7 tahun warga Kabupaten Malang yang berdekatan dengan Kota Malang, yakni Kecamatan Pakis dan lebih tepatnya Desa Sekarpuro serta warga perumahan Sawojajar sebagian selalu membuang sampah di SPA tersebut".

" Dan sekarang yang menjadi masalah adalah setelah TPA Paras di Kecamatan Poncokusumo sudah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Malang serta armada yang juga siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengangkut sampah rumah tangga dari warga setempat".

" Pihak SPA sempat beberapa kali menutup atau melarang warga Kabupaten Malang membuang sampah, tapi tidak berselang lama dibuka lagi. Maksud saya kalau sudah dilarang atau ditutup, ya harus konsisten semua warga dari Sekarpuro dan Sawojajar yang sampai saat ini masih membuang sampah di SPA harus dilarang, jangan melarang sebagian ,tapi memperbolehkan yang lain seperti sekarang "

" Selain itu, saya membuang sampah di SPA tidak gratis, tetap membayar melalui Rw setiap bulan 10.000 - 15.000 per KK dan setelah terkumpul disetor ke SPA Velodrom".tegas warga pada awak media.

(12/11) saat awak media menemui Operator SPA terkait warga Kabupaten Malang yang masih membuang sampah rumah tangga di tempat itu, Hari tidak mengelak dan membenarkan kalau memang masih ada. 
"Saya hanya saja merasa kasihan dengan teman-teman tukang gerobak sampah dari Sekarpuro dan Sawojajar kalau tidak diperbolehkan membuang sampah disini, karena mereka harus membuang ke TPA yang jaraknya cukup jauh".

Sedangkan operator SPA Velodrom saat dihubungi via ponsel oleh awak media(12/11) untuk konfirmasi terkait permasalahan sampah rumah tangga warga Kabupaten Malang yang sampai saat ini masih diterima, hingga berita ini naik ke meja redaksi operator SPA belum menjawab dan memberi keterangan. (Iw/ip/team)