Segudang Penghargaan Yang Berhasil Diterima Pemkab Tuban Selama 2018 - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Wednesday, January 2, 2019

Segudang Penghargaan Yang Berhasil Diterima Pemkab Tuban Selama 2018




Tuban,  Radar MP - Di Penghujung 2018, telah banyak program yang dilaksanakan oleh Pemkab Tuban, baik program pembangunan di bidang infrastruktur, kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Semuanya telah membuahkan hasil, terbukti dengan sederet penghargaan yang telah diperoleh oleh Kabupaten Tuban, baik tingkat provinsi hingga nasional.

Bupati Tuban H. Fathul Huda mengatakan, perjalanan pemerintahan yang ia pimpin di 2018 berjalan cukup baik. Seperti instruksi yang diberikannya kepada seluruh OPD di Kabupaten Tuban untuk membuat inovasi di bidang masing-masing, telah banyak membuahkan hasil.

“Perjalanan pemerintahan 2018 saya kira cukup baik, instruksi untuk membuat  inovasi dikerjakan dengan sungguh-sungguh oleh semua OPD,” kata Bupati Huda, Senin (31/12).

Bupati menjelaskan, banyak penghargaan yang didapat Kabupaten Tuban tahun ini, seperti Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja RI, pada 12 Januari 2018.

Hasil kinerja dengan ‘Status Sangat Tinggi Bintang Dua’ diberikan oleh Kemendagri, di Jakarta, Rabu ( 25 /4/2018 ), penghargaan sebagai pemenang Platinum Kabupaten Terbaik dalam kategori Pelayanan Publik IAA 2018, Jumat (14 /9/ 2018). 
Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur tahun 2018- Otonomi Award Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (OA JPIP), Senin (22/10/), Penghargaan Piala Natamukti dari International Council for Small Business (ICSB) Indonesia dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM).

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Kamis (15/11, Bupati Entrepreneur Award 2018 kategori perdagangan (Trade) dari Mark Plus Inc dan Philip Kotler Center for ASEAN Marketing Rabu, (5/12), dan sederet penghargaan lainnya.

Meski banyak penghargaan telah diperoleh, bupati menegaskan, penghargaan bukanlah tujuan utama, akan tetapi kepuasan publik akan kinerja pemkab adalah hal terpenting.

“Penghargaan itu bonus, yang penting output-nya, dan kepuasan publik. Sekarang skor kita 80 masuk kategori memuaskan, diharapkan tahun depan meningkat sampai ke sangat puas,” yakin bupati.

Selain itu, bupati juga menyinggung masalah kemiskinan yang juga masuk dalam fokus kinerja pada 2018. Seperti diketahui, pada 2018 angka kemiskinan  Tuban turun sebesar 1,56 persen,  dari 16,87 persen menjadi 15,31 persen.

Terdapat beberapa program yang telah dilaksanakan untuk menurunkan angka kemiskinan, salah satunya adalah penyaluran dana hibah.

Ia menjelaskan, salah satu kendala pengentasan kemiskinan tidak berjalan maksimal adalah beberapa hibah yang kurang tepat sasaran. Mengenai hal ini, Pemkab Tuban segera melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Penurunan hingga 1,56 persen tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Pemkab Tuban, mengingat hanya 4 kabupaten/kota di Jawa Timur yang mengalami penurunan angka kemiskinan. Orang nomor satu di Tuban ini meyakinkan, angka kemiskinan tersebut dapat terus diturunkan dengan berbagai program maupun pembangunan di Kabupaten Tuban.

Salah satunya dengan menyalurkan dana hibah, serta pengerjan proyek pembangunan di awal tahun. “2018 sudah kita laksanakan, di 2019 harus kita lakukan lagi. Semua hibah dan proyek pembangunan harus segera disalurkan dan dikerjakan di awal tahun,” tegasnya.

Bupati menambahkan, jika saat ini alokasi dana PHK telah bertambah, yang sebelumnya Rp 19 triliun menjadi Rp 34 triliun atau bertambah sekitar 60 persen. Bupati memerintahkan agar OPD terkait, serta pemerintah desa mencari daftar baru untuk menjadi penerima manfaat sebesar 60 persen tersebut di 2019.

“Semua juga harus ikut mengawal, agar tepat sasaran,” imbuhnya. 

Ia meyakinkan, jika keberhasilan pembangunan di 2018 tidak hanya dipertahankan, tetapi  harus dikembangkan, agar Kabupaten Tuban lebih religius, bersih, maju dan sejahtera dapat terwujud. “Kalau ingin maju bukan mempertahankan yang ada, tetapi harus mengembangkan yang ada. Bukan cuma usaha, tetapi juga doa kepada Tuhan,” tutup bupati. (gs/hms).