dr.Ratih Maharani : Mari kita Budayakan Gerakan Hidup Sehat dan CERDIK - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Sunday, July 7, 2019

dr.Ratih Maharani : Mari kita Budayakan Gerakan Hidup Sehat dan CERDIK




Malang , Radar Merah Putih. Com : Bertempat di stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang , ( Germas ) Gerakan Masyarakat yang diselenggarakan oleh  Dinas terkait  , Minggu ( 07/04/2019) .
dr.Ratih Maharani menjelaskan " Mari kita budayakan gerakan hidup sehat serta kita implementasikan dengan istilah CERDIK, yakni Cek kesehatan secara rutin, Hilangkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik serta Kelola Stres ".

Lebih jauh, " kalau kita lihat saat ini kematian didominasi oleh penyebab penyakit tidak menular seperti Hipertensi, Diabetes Militus dan Stroke. Dan setelah kita amati, masyarakat pada usia 40 tahun keatas banyak menderita penyakit Hipertensi ".

" Kita ingin melalui Cerdik, masyarakat bisa hidup sehat sehingga harapan hidup akan meningkat. Untuk itu, kita kerjasama dengan Universitas Brawijaya akan melaksanakan cex kesehatan pada masyarakat Kabupaten Malang yang tersebar didesa-desa sebanyak kurang lebih 100 desa dan untuk percontohan ada 8 desa seperti desa di Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Wagir dan lain-lain ".

" Dan permintaan Pak bupati agar dari 100 desa tersebut direplikasikan pada 390 desa seKabupaten Malang hingga tahun 2020. Dengan hal itu, kami berharap " kesadaran masyarakat untuk cex kesehatan makin tumbuh dan itu bisa mendeteksi penyakit sedini mungkin seperti Hipertensi, karena dari kesadaran periksa tersebut, dokter tau sehingga bisa memberikan obat sesuai hasil diagnosa ".

Selain itu, " nanti kita melibatkan dokter spesialisasi tertentu ikut dalam cex kesehatan seperti, dokter spesialis Mata, dokter spesialis penyakit dalam untuk meneliti bagaimana perilaku hidup masyarakat Kabupaten Malang, hubungannya dengan Diabetes Militus, bagaimana mencegahnya serta bagaimana perubahan perilaku mereka setelah tau, apa menjalani diet seimbang" .

" Apa sich diet seimbang itu ? Tentunya menu yang ada keseimbangan antara nasi, sayur serta lauk-pauk. Jadi kita tidak bisa berperilaku seperti pas kondisi stres kadang nafsu makan seseorang meningkat hingga kalau dalam menu yang dimakan tersebut banyak nasinya, akan berakibat pada penyakit Diabetes militus, dan stresnya sendiri mengarah ke penyakit Hipertensi dan itu semua ada hubungannya dengan penyakit Stroke ".

" Kita berharap supaya masyarakat setelah mengetahui jadi mau merubah perilaku hidup sehat melalui Cerdik, selain program tersebut, kita juga punya program Pos Pelayanan Terpadu dengan sasaran usia 18 tahun ke atas. Dari situ kalau ditemukan masyarakat punya resiko tinggi akan dirujuk ke puskesmas terdekat untuk dilakukan terapy kesehatan, intinya hal itu untuk mengetahui masyarakat punya resiko tinggi apa kondisi sehat".

Belum lagi " untuk Stunting sendiri, agar bayi lahir tidak sampai kurang Gizi, untuk itu kita kejar cex Bumil sedini mungkin. Pada usia bayi 10 hari pertama di dalam kandungan dan diikuti usia 2 tahun setelah lahir gizinya harus bagus, supaya anak cerdas dan fisiknya tinggi-tinggi. Jadi kita kejar usia 1000 hari pertama kehidupan, dan dari program ini setiap ibu hamil didampingi satu kader serta jumlah kader seKabupaten Malang sekitar 25.000 orang dengan tujuan jika menemui ada ibu resiko tinggi cepat terdeteksi ".

" Sekarang ayo gunakan potensi lokal yang ada untuk pemenuhan gizi, karena Kabupaten Malang kaya dengan adanya 23 pantai penghasil ikan, peternakan terbesar kedua, daerah pertanian atau perkebunan. Jadi kan tidak pas kalau masyarakat kita kekurangan gizi, manfaatkanlah potensi lokal dan rubahlah perilaku ".

Saya berharap "kehidupan masyarakat Kabupaten Malang makin meningkat, produktif, berdaya saing secara ekonomi juga lebih baik. Dengan kata lain, setelah tau jadi mau, yakni setelah kita tingkatkan pengetahuan mereka tentang bagaimana hidup sehat, terjadi perubahan perilaku yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari menjadi CERDIK supaya usia hidup meningkat ". Pungkas dr.Ratih Maharani. (Ich/team)