GBIK dan FKI Gelar Doa Bersama Untuk Korban Gempa di Ambon - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Monday, September 30, 2019

GBIK dan FKI Gelar Doa Bersama Untuk Korban Gempa di Ambon


Jakarta. radar Merah Putih.com - Organisasi Generasi Baru  Indonesia  Kuat (GBIK)  dan  Forum Kebhinnekaan  Indonesia, melaksanakan  doa  bersama  lintas  agama untuk  Gempa  yang  terjadi  di  Ambon  Ibu  kota  Maluku dan  terciptanya kerukunan antarumat beragama di negara ini.

Doa bersama yang diselengarakan oleh dua organisasi dan dihari sekitar lima puluhan anggotanya di laksanakan di  kantor  sekertariat  Generasi  Baru  Indonesia  Kuat  (GBIK)    Jln. Agus  Salim  Nomor  117 menteng  Jakarta  Pusat. Sabtu.28/9/ 2019.
Tampak dalam acara Doa Bersama tersebut  dua  tokoh  Agama yang akan memimpin doa yakni  Dr. Azari untuk  dari agama  Islam dan  Pdt Andreas  Reiharry.

Ketua Panitia Doa Bersama , Fredi Ulemlem.S.H ,  menyatakan, doa bersama dilakukan agar saudara- saudara kita yang sedang mengalami musibah Gempa di lindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan kerukunana umat beragama di Ambon tetap rukun dan damai dan saling membantu dalam musibah ini.
"Hari ini kita berkumpul dengan berbagai later belakang suku dan agama, bersatu hati untuk mendoakan kota Ambon agar musibah gempa yang terjadi disana cepat dipulihkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan kerukunan antara umat beragama tetap rukun” ujarnya.

Selain itu, kata Fredi. Doa  dimaksud  untuk  sudara  sudara  di  Ambon  sebagai korban  gempa dan  pemulihan  bangsa dari berbagai  ancaman  dari  dalam maupun  luar negeri.

“ Situasi  bangsa  terganggu karena  aksi dan isu  rencana  mengagalkan  pelantikan  presiden  dan  wakil  presiden  terpilih dan  gempa di berbagai  daerah  khususnya  di  Ambon  dan  pulau  seram”.ungkapnya.
Sebagai  umat  yang percaya  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa doa  sangat  penting,  karena  bisa  saja  akibat  ulah  manusia,  Tuhan  menegur  lewat  alam  agar manusia  bisa sadar  dan  kembali  pada  jalan  Tuhan.

Fredi mengatakan ,Memang  Ambon  adalah  tanah  perjanjian  bagi  orang  bersaudara Islam  dan kristen, persatuan  harus  tetap  terjaga, pemerintah, tokoh  agama  harus  bersatu  saling menopang  satu sama  lain  dalam  membangun  keharmonisasian dalam  konteks  kerukunan  antar umat beragama dan  rakyat  dengan  pemerintahan.
“ Semua  yang  terjadi  di  Ambon  saat  ini   ada  hikmanya, tentu  ada  refleksi  tersendiri  bagi  warga  kota  Ambon  dan  sekitarnya   yang mengalami   bencana  gempa.  Tidak  ada  yang kebetulan  karena  rencana  Tuhan  di balik  bencana  yang  terjadi.” Tutup Fredi. ( hms  /sof )