Wakil Bupati Nganjuk ,Sidak Limbah di Pabrik Jaker. - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Monday, October 7, 2019

Wakil Bupati Nganjuk ,Sidak Limbah di Pabrik Jaker.




Nganjuk,  Radar Merah Putih.  Com - Wakil  Bupati Nganjuk  Marhaen Djumadi mendatangi pabrik kertas PT . Jaya Kertas ( Jaker)  yang ada di Desa Nglawak Kecamatan  Kertosono Kabupaten Nganjuk , Senin (8/10/2019).


Kedatangan Marhaen orang nomor 2 di Kabupaten Nganjuk ini untuk mengcek sampah kertas impor yang terindikasi  berbau menyengat.

Inspeksi mendadak (sidak) ini dilakukan Marhaen setelah mendapat pengaduan dari warga sekitar pabrik,  dengan bau yang menyengat  bisa menyumbat pernapasan dan mengganggu kesehatan.


Marhaen yang bersama sama Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto , Dandim Letkol Joko Wibowo, kapolsek Kertosono Kompol Abraham Sisik serta Subani Camat Kertosono ini  meminta pabrik kertas Jaker yang menggunakan bahan baku kertas bekas tetap berproduksi,  namun limbahnya harus ada tempatnya tersendiri dan tertutup, dan diolah lagi sehingga tidak bau, termasuk alat pengelolaan limbahnya jangan yg kuno..kita sarankan hubungi sucofindo surabaya, ahlinya agar baunya tidak mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

Menurut Marhaen saat ditemui usai Sidak,  mengungkapkan “Saya minta pabrik kertas yang menggunakan bahan baku kertas yang limbahnya sangat  mengganggu kesehatan inj,  supaya pada pembuangan limbahnya ditempatkan yang tertutup” ujar Marhaen pada Radar Merah Putih.

Marhaen menjelaskan berdasarkan Permendag 31 tahun 2016 maupun Konvensi Basel mei 2019 mengimpor kertas bekas sebagai bahan baku industri kertas diperbolehkan. Akan tetapi, yang menjadi masalah yakni limbah B3.

Ia juga menambahkan masalah ini juga sudah dibahas  bersama Muspika Kecamatan Kertosono serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Diakhir perbincanganya, Marhaen  " untuk memperketat aturan maka surveyor di setiap kepabeanan harus lebih strict terhadap barang impor yang datang, sehingga hs code nya juga sudah clear. Sedangkan di sisi daya dukung lingkungannya, maka pengolahan dan pembuangan limbah atau IPAL dipastikan dimanage dengan bagus dan  lebih aman.  "  pungkas Marhaen ( siwi)