Bersyukur adalah wajib bagi kita, Wabup Nganjuk Hadiri Tasyakuran Warga Tempuran Ngluyu Penerima Bantuan Bedah Rumah. - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Thursday, November 28, 2019

Bersyukur adalah wajib bagi kita, Wabup Nganjuk Hadiri Tasyakuran Warga Tempuran Ngluyu Penerima Bantuan Bedah Rumah.




Nganjuk,  radar merah putih.com - Masyarakat Desa Tempuran Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk telah menggelar syukuran dan silaturahmi dengan Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi,  Kamis (28/11/2019).

Tasyakuran tersebut sebagai wujud syukur dan ungkapan terima kasih atas bantuan pemerintah daerah juga propinsi yang telah mempercayakan pihak desa Tempuran untuk memberikan bantuan bedah rumah kepada  warganya sebanyak 124 orang,  dari program Bantuan Stimulan dari Pemkab juga dari Propinsi Jawa Timur .

Sebanyak 124 orang warga desa Tempuran ini  yang mendapatkan bantuan dari dana stimulan Pemda sebanyak 44  orang dan 80 orang dana dari Propinsi .

Wakil bupati Nganjuk,  Marhaen Djumadi  yang lebih akrab dipanggilnya kang Marhaen ini menyampaikan kepada radar merah putih bahwa dari 124 orang warga Deda Tempuran Kecamatan Ngluyu ini patut diacungi jempol , dan bisa dijadikan contoh kepada desa lainya,  karena sengan dana yang ada Rp. 15 juta ( lima belas juta rupiah)  ,  namun karena warga yang mendapat bantuan bedah rumah tersebut ingin memiliki rumah yang layak huni dan tidak kalah dengan rumah tetangga lainya,  sehingga mereka ada yang rela menjual sapinya untuk tambahan pada pembelian material ," kata kang Marhaen dalam uraianya.

Kang Marhaen juga mengajak untuk mensyukuri segera keberhasilan meski dalam bentuk yang sangat sederhana. "Banyak sekali saudara kita di luar sana yang belum mendapatkan kesempatan seperti yang kita dapatkan ini. Karena kita mendapatkannya dari ratusan bahkan ribuan, maka wajib untuk kita syukuri," ujar kang Marhaen.

Wabup Nganjuk juga berharap kepada penerima,  manfaat untuk merawat bantuan bedah rumah karena telah menjadi milik pribadinya.

Dalam pengerjaan pembangunan bedah rumah ini, dilakukan secara gotong royong,  dengan kekompakan dan kebersamaan ini sangat memudahkan dalam melakukan kegiatan pembangunan bedah rumah tersebut.

Dan mereka yang tidak mendapat atau menerima program tersebut tidak ada rasa iri atau cemburu sosial   bahkan kegotong royongan ini timbul atas kesadaran mereka sendiri. ( siwi)  .