Wong Nganjuk Seneng Nguwoook : P4SI Nganjuk Nyawiji Gelar Kontes Burung Berkicau Puter Pelung dan Derkuku lokal. - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Sunday, November 24, 2019

Wong Nganjuk Seneng Nguwoook : P4SI Nganjuk Nyawiji Gelar Kontes Burung Berkicau Puter Pelung dan Derkuku lokal.




Nganjuk,  radar merah putih. Com - P4SI  ( persatuan penggemar dan pelestari puter Nganjuk) gelar kontes  burung berkicau di jln srmeru  7 no : 55 Tanjungerjo  Kecamatan Loceret ( kediaman bp Sarjana) , Minggu ( 24/11/2019) .

Untuk Jenis burung yang dilombakan , puter pelung dan derkuku lokal.

Kontes ini sifatnya umum , dengan tujuan untuk mempererat  persatuan penggemar burung yang ada di wilayah  Nganjuk dan sekitarnya , komunitas ini sekupnya Jawa Timur , peserta dari luar kabupaten Nganjuk,  ( mereka yang tergabung di ( P4 LSI)  Persatuan penggemar dan pelestari puter. Seluruh Indonesi  , Mojokerto,  jombang,  kediri,  sidoarjo,  malang,  blitar

Tim juri dari Nganjuk yang sudah profesional dan lolos dalam  seleksi juri  beberapa waktu lalu ( Teguh BP,  Suparyono dan Dodik) , adapun kriteria untuk burung yang bisa masuk atau lolos dalam kontes ini  ,   suara dan keindahan suara  ,

Tahapanya , pendaftaran,  pengundian tempat ( sesuai jenis burung,  puter pelung dan derkuku lokal)  ,

Mbak nanik satu satunya peserta perempuan dari nganjuk warujayeng  peserta lomba puter pelung , " saya mulai suka dengan burung derkuku sejak pertengahan tahun 2019 ini,  awalnya hanya sekedar suka dengan suaranya, akhirnya saya jadi gandrung dan jatuh cinta ( hoby)  dengan burung derkuku,  karena selain indah suaranya juga bisa ikut kontes  , " kata Nanik  kepada radar merah putih.

Bicara soal dorrprice  yang tersedia , kaos dari mei petir , parkit  dan dari kandang FJF PF , minyak goreng serta pakan ( maksnan untuk hurung derkulu dan puter pelung)  .

Sebelum acara di mulai,  sambutan Bp Sarjana tuan rumah,  " ucapan banyak terimakasi kepada  rekan rekan penggemar burung puter pelung derkuku lokal yang sudah bersedia dan menyempatkan waktunya untuk ikut datang dalam lomba ini, " kata Sarjana.


" Lomba burung ini merupakan kerjasama dari komunitas di Nganjuk,  dan Alhamdulillah bisa mengundang dari  luar daerah. Dan kita sudah ada rekom dari Dinas Pariwisata  , kedepan  dari dinas akan memberikan tropy dan penghargaan , juga dari pemkab kita sudah disambut baik,  untuk Nganjuk menjadi lebih baik P4SI Nganjuk " tambah Sarjana.

Peserta yang sudah terdaftar sekira 19 orang.

Ahmad Su udi selaku ketua  P4SI Nganjuk.  Menyampaikan " untuk lomba di sini  sudah yang ke 8 kali,  dan disini sudah menjadi lebih baik,  karena pada bulan bulan sebelumnya peserta hanya sekitar 12 sampai 15 peserta,  dan sekarang sudah banyak peningkatan , " kata su udi.

Untuk tahapan dalam lomba ini,  Para juri dimulai dengan penjurian,  mereka dengan seksama mendengar suara burung yang ada di gantangan, durasi  dan keindahan suara,
Dengan memberikan Bendera dengan  warna hijau artinya,
Hiju putih, Hitam ,  Kuning hijau.. Putih.. Merah Putih , hijau , hiju kuning , dan burung yang mendapat bendera paling b
anyak,  itulah yang menjadi juara.

Penilain dibutuhkan selama 80 menit,  babak pertama selama 20 menit,  dilanjut babak ke dua 20 menit , babak ke tiga 20 menit
dan babak terakhir 20 menit.
Setelah penjurian selesai akhirnya diperoleh juara ( dengan bendera paling banyak,  durasi dan keindahan suara),  selain itu juga selama 4 babak atau 80 menit ,burung yang terus menerus menyuarakan suara merdunya dengan durasi yang panjang.

Ditempat dan waktu yang sama Tampak Riyanto kepala kelurahan Tanjunganom,  salah satu peserta kontes  burung ini, " untuk menggairah kan penggemar burung,  klangenan kasepuhan ( kita diusia 35 suka dengan burung kicauan / kacer  , cucak rowo,) setelah usia kita diatas 50 tahun atas dengan klangeann kita dengan anggunan atau kukgeru ( pputer pelung atau puter lokal)  ," jawabab Riyanto saat ditanya alasan  apa brliau ikut dalam kontes ini.

Masih menurutnya bahwa " Klangenan kasepauhan kegemaran orng orang tua.  Manfaat dari anggungan sebagai jam beker atau untuk time.  Karena insting burung saat jam subuh , membangungan dan mengajak kita untuk menjalankan ibadah solat subuh " jelas Riyanto.

Menurutnya ," dengan mendengarkan  suara burung   bisa menjadi  hiburan dan meringankan beban pikiran , selain itu juga dengan kita gemar atau Ikut menguri uri budaya nenek moyang dengan gemar suara burung  ,"  tambah Riyanto.

Dengan mendengarkan suara burung bisa menurunkan tensi yang tinggi ,

Suhudi ketua komunitas,  tujuanya : sebagai ajang silaturahmi peternak dan penggemar burung , melatih jawara jawara  , melatih burung dan mencari bibit bibit burung yang nantinya siap di kontes ketingkat propinsi.


Selin itu prospek kedepan dari hasil kontes ini bisa meningkatkan daya tarik penggemar burung untuk bisa mencari bibit burung pada peternak yang ada di Nganjuk.

P4SI  Nganjuk berdiri sejak 9 feb 2019. Dilantik untuk pengurus sejak 3 maret 2019 , adapun untuk
Susunan pengurus
Ketua             :  ahmad suhudi
Sekertais.      :  sarjana
Bendahara     : !wahyu purnomo
Humas            :   dadang
Jetua bidang  organisasi  :  suparyono
Juri lomba.      :   Teguh BP
Pengemabngan dan budidaya : Abah Abdul  Malik

Sekedar diketahui bahwa untuk kriteria dalam kontes burung puter pelung saat ini  adalah Kriteria : Suara depan .  Suara tengah  , suara  ujung. suara dasar , dan suara gaya irama

Untuk burung yang ikut kontes puter pelung sebanyak 38 burung dari 38 gantangan.

Untuk para juara dalam kontes tersebut antara lain : Juara 1 Sarjana dengan nama burung. Putra wilis,  juara 2 Roky dengan nama burung Meteor,  juara 3 Ahmad Su udi drngan nama burung Gorila.  Sedangkan untuk kategori pemula juara 1 Su udi dengan nama burung Oriza,  juara 2 agus mui petir dengan nama burung Dino Juara 3 Endah dengan nama burung Enka Stel,.

untuk kategori Madya juara 1 Pamuji drngan nama burung Gundala,  juara 2 Nyadi dengan nama burung Jum,  juara 3  Agus Mei Petir dengan naam hurung Bontos

 Untuk juara selanjutnya Fadil Amin dengan nama burung wangi,  juara 2 Saeroji dengan nama burung Angling Darmo,  juara 3 Mat Udin dengan nama burung Arif,  dan untuk penghargaan selanjutnya juara 1 Akmil dengan nama burung Prajurit,  juara 2  Agus Mei petir dengan nama burung Colombos dan yang terahkir juara 3  Endra dengan nama burung Niko Stel. ( adv / siwi)