-->

Author Details

Belum Habis Masa Perawatan, Betton Pelebaran Jalan di Ngluyu pecah

Saturday, December 7, 2019, December 07, 2019 WIB Last Updated 2019-12-07T11:36:33Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Komisi III sidak di lokasi, senin 2 Desember 2019. 

Nganjuk, radar merah putih. com-Proyek pelebaran jalan yang ada di wilayah kecamatan Ngluyu,  tepatnya disepanjanh jalan sekitar  jembatan Cumpleng, diduga pengerjaan Proyeknya kategori asal asalan .

Pasalnya belum lama ini beton atau rabatt yang terpasang sudah banyak yang rusak , kegiatan proyek pelebaran jalan ini dari anggran tahun 2019.

Saat sidak ke lokasi,  Mariyanto salah satu Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk dari fraksi PDIP dan salah satu komisi III menyampaikan, "  proyek ini anggaran DPA 2019,  yang pengajuanya 2018 kemarin,  namun belum selesai masa perawatan  kok sudah banyak yang rusak,  dan ini masih menjadi tanggungjawab pemilik  bendera ( Pemilik CV).," jelas laki laki bertubuh tinggi ini.

" Saya tidak mau tahu , proyek ini harus dilakukan ulang /dibongkar dan dipasang kembali,  dan pekerjaan harus selesai  sesuai kontrak yang ada, dan sesuai Spek  akhir 2019 harus selesai, " jelas Mariyanto dengan nada kesal.


Di ketahui  dalam satu pekerjaan terjadi 2 kontrak dengan rekanan ,   CV Wiar dengan anggaran Rp. 191.100.000,00  ( seratus sembilan puluh satu juta  seratus ribu rupiah), untuk jenis pekerjaan barem,  dan yang kedua CV Indrajaya Utama dengan anggaran Rp. 748.660.000,00.( tujuh ratus empat puluh juta enam ratus enam puluh ribu rupiah ) .

Maryanto di lokasi menegaskan, " pengerjaan berem seharusnya includ menjadi satu dengan pelebaran jalan laa. ..ini  kok pecah jadi dua , kok senange  banyak proyek  , anggaran dipecah pecah.. Yaa jadinya seperti ini,  tidak bisa mengutamakan kualitas, " ketusnya.

Diakhir uraianya  Mariyanto mengungkapkan, " proyek ini bisa dikatakan asal asalan , rekananan sudah jelas mencari untung yang banyak ,  karena kualitasnya  jelek  banyak yang retak ,  kalau dilihat dari perencanaannya tidak matang dan terkesan mubazir, apalagi kurangnya pengawasan saat pelaksanaan proyek ini kurang maksimal, " ketusnya.( red)  .

Komentar

Tampilkan

Terkini