-->

Author Details

Layanan dasar Kesehatan dan Pendidikan Harus terpenuhi ; HM.Sanusi Penanganan Kegawatdaruratan Medis ;Drg.Arbani MW

Tuesday, December 31, 2019, December 31, 2019 WIB Last Updated 2020-01-01T03:33:31Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Malang,  radar merah putih,  Com - Menindaklanjuti Permenkes tentang SPGDT tahun 2015 dalam rangka mempercepat penanganan kedaruratan medis, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Malang (31/12) bertempat dihalaman belakang pendopo Kabupaten Malang Jalan Panji Kepanjen melaunching Public Service Center (PSC).

PSC 119 dilaunching oleh  Bupati Malang H.M Sanusi, dan dihadiri jajaran SKPD, Dokter, Ketua DPRD Kabupaten Malang juga Forkopimda. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan  PSC 119 ini  bertujuan untuk menangani kegawat daruratan medis secara cepat melalui call center 119. "Ini merupakan program luar biasa, karena tidak ada lagi orang yang terlambat mendapat pertolongan kegawat daruratan dan melalui program ini semuanya dapat ditangani secara cepat ".

Lebih jauh, " selain melalui call center 119 permintaan  pertolongan cepat dapat dilakukan dengan melalui telepon atau WhatsApp, dan emergency button. program ini juga untuk mempercepat waktu penanganan kegawat daruratan yang terjadi di masyarakat sehingga dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan".

"Pernah ada kejadian ambulance membawa pasien tiba-tiba mogok di jalan, dan dari kondisi tersebut, kemudian Pemerintah Kabupaten Malang melakukan studi banding ke RSUD dr Iskak Tulungagung yang mendapat predikat sebagai RS terbaik se dunia. "Dari situ lahirlah program ini".

Pemda sengaja melaunching program ini di penghujung tahun tak lain karena tekadnya ingin memperbaiki layanan di tahun 2020.
"Tidak hanya layanan kesehatan, tapi juga layanan pendidikan. Dua layanan itu menjadi layanan dasar untuk masyarakat, dan pemerintah harus bisa mewujudkan". Tegas Bupati.

Drg.Arbani Mukti Wibowo selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang disela-sela kegiatan Launching yang bertepatan dengan malam tahun baru menjelaskan "dari program ini diharapkan seorang petugas atau team PPGD bisa datang ke TKP kegawatdaruratan dibawah 15 menit, mungkin selama ini penanganan kegawatdaruratan lebih dari 30 menit hingga bisa 1 jam dan dengan adanya pembagian 21 mobil Ambulance untuk Puskesmas serta 4 untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Kanjuruhan dan RSUD lawang) ".

" Mulai tahun 2020 ini mudah-mudahan penanganan kegawatdaruratan seperti akibat laka-lantas, kebakaran, tenggelam dan sejenisnya bisa tertangani secepatnya hingga tidak sampai terjadi korban meninggal karena terlalu lama mendapat pertolongan medis yang semestinya, baik melalui puskesmas ataupun RSUD di Kabupaten Malang ".

" Saat ini, kami cuma mampu kasih 21 unit ke Puskesmas tertentu. Dikarenakan anggaran terbatas dan nantinya akan ditambah lagi sejumlah Puskesmas di Kabupaten Malang. karena faskes memang harus mempunyai armada Ambulance yang punya spek atau fasilitas seperti yang kami bagi malam ini ".

"Salah satu keunggulan dari Armada jenis Ambulance yang dibagikan pada faskes puskesmas ini adalah mempunyai fasilitas GPS, Oxigen, Pernapasan buatan pakai pompa, Vakum apabila penderita terjadi gagal napas dan untuk Armada yang dibagikan pada dua RSUD tersebut juga dilengkapi alat pacu jantung, alat monitor untuk melihat tanda-tanda vital terhadap korban yang ditangani".

" Hal itu, bertujuan agar para korban saat dalam perjalanan menuju faskes puskesmas ataupun RSUD bisa mendapat pertolongan pertama dan tidak sampai meninggal ditempat kejadian kegawatdaruratan ".

" Adapun setiap team PPGD terdiri dari 1 orang dokter, 1 orang perawat dan 1 orang driver .kalau melihat akan kebutuhan team PPGD sendiri untuk wilayah Kabupaten Malang yang mencapai 390 desa, kita membutuhkan sekitar 130 team dan saat ini baru ada 39 team di Kabupaten Malang, jadi masih cukup banyak yang dibutuhkan ".

" Lebih jauh, kalau melihat dari sistem PPGD ini sangat bagus, karena setiap ada laporan dari masyarakat lewat aplikasi tersebut akan langsung terintegrasi dengan Link RSUD Kabupaten Malang, Kepolisian, BPBD, PMI juga Damkar. Jadi secara otomatis melalui GPS yang ada pada setiap unit Armada Ambulance tersebut akan mudah dilacak untuk polisi ( adv/ ihwan).
Komentar

Tampilkan

Terkini