Orang Sukses Taat Aturan ;Ir.H.Sukatno - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Friday, February 28, 2020

Orang Sukses Taat Aturan ;Ir.H.Sukatno




Malang,  radar merah putih.com - PPDB merupakan moment yang ditunggu-tunggu setiap lembaga pendidikan, tidak terkecuali lembaga pendidikan yang berada di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang ini.

Sebut saja SMK Brantas, untuk PPDB tahun 2020 ini. Sekolah Kejuruan yang dinahkodai mantan seorang pegawai PLN yang mempunyai prestasi gemilang dilingkungan tempat dia bekerja.

Dengan pengalaman tersebut, Ir.H.Sukatno berhasil memimpin sebuah lembaga pendidikan menengah kejuruan yang dikenal sebagai SMK Brantas. Walaupun sekolah swasta, lembaga ini menawarkan berbagai program seperti halnya SMK lain.

Tapi ada yang membuat lembaga ini menjadi beda dengan yang lain, mulai dari teknik pembelajaran anak didik yang menitikberatkan pada pembetukan karakter siswa, yang mana siswa tidak begitu dibebani dengan doktrin harus mendapat nilai tinggi dari setiap mapel, tapi yang mesti dipahami dan dijalankan yakni ; siswa harus mempunyai karakter yang betul-betul bagus dan unggul, baru setelahnya untuk nilai.

Karena menurut H.Sukatno (24/2) saat ditemui awak media " saya memang dengan kurikulum yang dipakai pendidikan saat ini kurang begitu pas, karena saya lihat masih banyak celah kegagalan bisa terjadi. Makanya saya disini pakai sistem pembelajaran sendiri yang saya adopsi dari berbagai sumber seperti pengamatan pada lingkungan sekolah, lingkungan rumah, dan yang utama saya ambil dari kitab suci Al-Qur'an dan Hadist ".

Dari situ, " saya menggabungkan beberapa metode pembelajaran dan agar mudah diingat saya tulis sebagai Visi misi sekolah diantaranya ; a. Menjadikan SMK Brantas lembaga pendidikan yang berwawasan lingkungan, b. Menjadikan SMK Brantas berbasis kompetensi, c. Menjadikan SMK Brantas sebagai lembaga yang menerapkan pendidikan tuntas, d. Mencetak sumberdaya manusia yang profesional, e. Serta memberikan pelayanan terbaik kepada ; siswa, orang tua, guru, karyawan, masyarakat umum dan masyarakat industri juga pemerintah ".

Selanjutnya, " untuk masalah sukses dan tidak pendidikan disini kan masyarakat semua yang mengetahui dan merasakan hasilnya. Kalau melihat dari penerimaan calon peserta didik baru setiap tahun, saya rasa kepercayaan masyarakat pada SMK Brantas semakin bagus. Sebut saja beberapa tahun terahir mulai 2019 hingga 2020 banyak peminat yang mau masuk terus bertambah dari tahun sebelumnya dan itu bukan saja dari warga lokal Malang, tapi seluruh Indonesia bahkan luar negeri seperti Malaysia selama dua tahun berturut-turut  ".

Untuk tahun ajaran ini " peserta didik dari Malaysia ada 24 anak, tahun lalu 12 anak. Sebetulnya masih banyak yang minta ,tapi terbentur masalah lokal atau kelas, padahal saat ini SMK Brantas ada 57 rombel dan itupun setiap tahun pasti bangun kelas baru sebanyak 3 kelas. Faktanya animo masyarakat sangat tinggi dan kami masih belum bisa mengadopsi semua, saat ini saja lokasi pembelajaran terbagi tiga titik dan semua tidak memakai pagar pembatas bangunan sama sekali ".

Sebetulnya, " kalau anak-anak mau bolos ya mudah, karena tidak ada pagar. Tapi nyatanya semua anak didik nol persen yang bolos keluar sekolah atau keluar kelas. Disini saya tekankan pada anak didik agar betul-betul bisa mengubah karakter dengan mengatur pola hidup, disiplin, tanggung jawab, pekerja keras, sopan santun, menghargai orang lain, patuh instruksi dan pantang menyerah".

Selain itu, " anak didik juga tidak boleh ijin kecuali memang sakit. Dan ciri-ciri orang sukses adalah taat pada aturan, makanya semua siswa disini berjumlah 2000 orang harus taat pada aturan sekolah. Dengan begitu, saya menjamin semua siswa sebelum lulus sudah banyak di antri dunia industri dan bukan mereka yang melamar pekerjaan. Itu bedanya dengan yang lain, sekarang saja setiap satu bulan dua kali perusahaan yang mengadakan test masuk untuk perusahaan kelas nasional ".

" Dan rata-rata peserta yang dari SMK Brantas pasti lolos dalam test tersebut, jadi mereka sebelum ujian nasional sudah banyak diterima dunia industri. Itu hanya dampak dari siswa berkarakter yang dibentuk selama tiga tahun disini, yang lain masih banyak dan tentunya setiap PPDB merupakan moment yang ditunggu-tunggu setiap lembaga pendidikan, tidak terkecuali lembaga pendidikan yang berada di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang ini.


Sebut saja SMK Brantas, untuk PPDB tahun 2020 ini. Sekolah Kejuruan yang dinahkodai mantan seorang pegawai PLN yang mempunyai prestasi gemilang dilingkungan tempat dia bekerja.


Dengan pengalaman tersebut, Ir.H.Sukatno berhasil memimpin sebuah lembaga pendidikan menengah kejuruan yang dikenal sebagai SMK Brantas. Walaupun sekolah swasta, lembaga ini menawarkan berbagai program seperti halnya SMK lain.


Tapi ada yang membuat lembaga ini menjadi beda dengan yang lain, mulai dari teknik pembelajaran anak didik yang menitikberatkan pada pembetukan karakter siswa, yang mana siswa tidak begitu dibebani dengan doktrin harus mendapat nilai tinggi dari setiap
 mapel, tapi yang mesti dipahami dan dijalankan yakni ; siswa harus mempunyai karakter yang betul-betul bagus dan unggul, baru setelahnya untuk nilai.


Karena menurut H.Sukatno (24/2) saat ditemui awak media " saya memang dengan kurikulum yang dipakai pendidikan saat ini kurang begitu pas, karena saya lihat masih banyak celah kegagalan bisa terjadi. Makanya saya disini pakai sistem pembelajaran sendiri
 yang saya adopsi dari berbagai sumber seperti pengamatan pada lingkungan sekolah, lingkungan rumah, dan yang utama saya ambil dari kitab suci Al-Qur'an dan Hadist ".


Dari situ, " saya menggabungkan beberapa metode pembelajaran dan agar mudah diingat saya tulis sebagai Visi misi sekolah diantaranya ; a. Menjadikan SMK Brantas lembaga pendidikan yang berwawasan lingkungan, b. Menjadikan SMK Brantas berbasis kompetensi, c. Menjadikan SMK Brantas sebagai lembaga yang menerapkan pendidikan tuntas, d. Mencetak sumberdaya manusia yang profesional, e. Serta memberikan pelayanan terbaik kepada ; siswa, orang tua, guru, karyawan, masyarakat umum dan masyarakat industri juga pemerintah
 ".


Selanjutnya, " untuk masalah sukses dan tidak pendidikan disini kan masyarakat semua yang mengetahui dan merasakan hasilnya. Kalau melihat dari penerimaan calon peserta didik baru setiap tahun, saya rasa kepercayaan masyarakat pada SMK Brantas semakin bagus. Sebut saja beberapa tahun terahir mulai 2019 hingga 2020 banyak peminat yang mau masuk terus bertambah dari tahun sebelumnya dan itu bukan saja dari warga lokal Malang, tapi seluruh Indonesia bahkan luar negeri seperti Malaysia selama dua tahun berturut-turut

".Untuk tahun ajaran ini " peserta didik dari Malaysia ada 24 anak, tahun lalu 12 anak. Sebetulnya masih banyak yang minta ,tapi terbentur masalah lokal atau kelas, padahal saat ini SMK Brantas ada 57 rombel dan itupun setiap tahun pasti bangun kelas baru sebanyak 3 kelas. Faktanya animo masyarakat sangat tinggi dan kami masih belum bisa mengadopsi semua, saat ini saja lokasi pembelajaran terbagi tiga titik dan semua tidak memakai pagar pembatas bangunan sama sekali ".


Sebetulnya, " kalau anak-anak mau bolos ya mudah, karena tidak ada pagar. Tapi nyatanya semua anak didik nol persen yang bolos keluar sekolah atau keluar kelas. Disini saya tekankan pada anak didik agar betul-betul bisa mengubah karakter dengan mengatur pola hidup, disiplin, tanggung jawab, pekerja keras, sopan santun, menghargai orang lain, patuh instruksi dan pantang menyerah".


Selain itu, " anak didik juga tidak boleh ijin kecuali memang sakit. Dan ciri-ciri orang sukses adalah taat pada aturan, makanya semua siswa disini berjumlah 2000 orang harus taat pada aturan sekolah. Dengan begitu, saya menjamin semua siswa sebelum lulus sudah banyak di antri dunia industri dan bukan mereka yang melamar pekerjaan. Itu bedanya dengan yang lain, sekarang saja setiap satu bulan dua kali perusahaan yang mengadakan test masuk untuk perusahaan kelas nasional ".


" Dan rata-rata peserta yang dari SMK Brantas pasti lolos dalam test tersebut, jadi mereka sebelum ujian nasional sudah banyak diterima dunia industri. Itu hanya dampak dari siswa berkarakter yang dibentuk selama tiga tahun disini, yang lain masih banyak dan tentunya setiap orang tua menginginkan anaknya sukses dan kuncinya ya itu " karakter harus dibentuk dan harus jadi ". Pungkas H.Sukatno (Team/ich).