Polres Nganjuk : Tim Macan Wilis Berhasil Lumpuhkan Polisi Gadungan - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Monday, February 17, 2020

Polres Nganjuk : Tim Macan Wilis Berhasil Lumpuhkan Polisi Gadungan


Nganjuk ,radar merah putih.  com- Kembali lagi Tim Macan Wilis Sat Reskrim Polres Nganjuk berhasil membekuk pelaku Penipuan dan penggelapan yang mengaku sebagai anggota Polisi aktif dari Polda Jatim .FAA (40th) warga Kabupaten Bondowoso yang berdomisili di Kec. Mojoanyar Kab. Mojokerto harus mendekam dipenjara lantaran dirinya melakukan penipuan dan penggelapan kepada Dyah Dwi Utami warga Kec. Wlingi Kab. Blitar dengan mengaku bahwa dirinya adalah anggota Polisi Buser opsnal yang berdinas di Polda Jatim.

Menurut Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto S.H.,S.I.K.,M.H.dalam konferensi pers hari ini Senin (17/02/2020) menyampaikan, pada awalnya tersangka berkenalan dengan korban di media sosial facebook kemudian berkomunikasi dan dirinya mengaku, bahwa dirinya Polisi Buser dari Polda dan mengaku berpangkat Ipda.

Kemudian dengan berjalannya perkenalan itu, tersangka meminta uang (transfer) hingga beberapa kali dengan alasan biaya naik pangkat, operasional, dan lain – lain. Kemudian yang terakhir adalah tersangka meminta supaya mobil korban dijual dengan janji akan diganti dengan yang lebih baru.

Namun hal itu tidak dipenuhi oleh tersangka. Karena ciriga,  korban datang ke rumahnya tersangka dan menanyakan bahwa yang bersangkutan ini  ternya bukan Polisi, dari situlah korban merasa dirugikan  dan melapor di kepolisian.

Untuk melancarkan aksinya sebagai Polisi, FAA membawa senjata berupa Shop gun, lencana penyidik Reskrim, dan KTP yang tercantum identitas Kepolisian.

“Menurut pengakuan tersangka, dirinya sehari – hari bekerja sebagai driver dan uang dari korban dibuat untuk foya –foya,” ungkap AKBP Handono.

“Dalam kasus ini tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara,” pungkas AKBP Handono

Kapolres Nganjuk menghimbau kepada masyarakat Nganjuk khususnya agar selalu berhati-hati dam bermedia sosial ,tanyakan kepada ahlinya apa bila terjadi penipuan dengan membawa nama Polri maupun instansi lainnya yang berakhibat fatal baik dirinya sendiri maupun orang lain.( siwi)  .