Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan Support Satu Keluarga Di Karanganyar, Karena Dikucilkan Warga Lantaran Covid 19 - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Sunday, June 21, 2020

Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan Support Satu Keluarga Di Karanganyar, Karena Dikucilkan Warga Lantaran Covid 19



Pasuruan - radarmerahputih.com
Menindaklanjuti adanya informasi yang berkembang terkait adanya salah satu warga, yang hingga kini masih dikucilkan sebagian tetangga atau warga sekitar lantaran sebelumnya sempat dikabarkan dan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid 19. Dalam hal ini rombongan Komisi 1 Bidang Pemerintahan DPRD Kota Pasuruan mendatangi sekaligus memberikan support atau dukungan semangat kepada satu keluarga diwilayah Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan pada Sabtu (20/6) sekira pukul 14.00 wib siang.

Sebut saja satu keluarga yang terdiri dari Bapak dan Anak tersebut DA laki-laki usia ( 57 ) dan AN perempuan ( 28 ), yang mana sebelumnya sempat dinyatakan dan di kabarkan terkonfirmasi Covid 19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) oleh Tim Gugus Tugas pada akhir Mei 2020 lalu. Namun setelah menjalani proses yang panjang, pada akhirnya satu keluarga diwilayah Kelurahan Karanganyar yang awal mulanya sempat dinyatakan positif terkonfirmasi Covid tersebut kini sudah dinyatakan dan dikabarkan negatif Covid.

Hal itu dibuktikan melalui hasil laboratorium yang dikeluarkan oleh pihak RS Universitas Brawijaya Malang yang disampaikan melalui Dinas Kesehatan Kota Pasuruan tertanggal 3 Juni 2020 kemarin. Mirisnya masih banyak sebagian masyarakat khususnya tetangga sekitar, kerabat dekat atau bahkan pihak saudara dari NA dan DA sendiri juga merasa takut dan enggan untuk berinteraksi serta bersosialisasi langsung selayaknya menjalani kehidupan normal seperti sediakala.

Melihat kondisi itulah, rombongan DPRD dari Komisi 1 diantaranya yakni Sutirta selaku Ketua Komisi 1, Aris Ubaidillah Wakil Ketua Komisi, M Toyib selaku anggota dan R Imam Joko Sih Nugroho yang juga selaku anggota meninjau langsung ke lapangan. " Intinya kita dari Komisi satu (1) mendengar informasi masalah orang mantan terkonfirmasi positif Covid yang ada di Sangar, dan kini sudah dinyatakan negatif Covid tapi masih dikucilkan warga. Mendengar itu lalu kita semua tergerak mendatangi rumah warga tersebut, untuk memberikan motivasi dan semangat ", Kata Aris Ubaidillah, salah satu anggota Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan yang juga ikut dalam rombongan tersebut.

Dirinya juga menyampaikan bahwa tidak adanya tingkat koordinasi atau komunikasi semacam edukasi dari Pemerintah kepada masyarakat, merupakan salah satu faktor penyebab utama permasalahan dilapangan. Bahkan Komisi 1 sendiri menilai terkesan ada semacam pembiaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota, pasca penanganan terhadap warga yang sudah dinyatakan negatif Covid 19 selama ini.

" Lah disitu tidak ada kelanjutan dari Pemerintah baik mulai dari tingkat Kecamatan, Kelurahan atau tim manapun untuk memberikan dukungan dan terkesan keluarga ini hanya ditinggal begitu saja. Sedangkan keluarga ini punya beban mental yang sangat berat, sampai ngalah-ngalahi (lebih berat dari) teroris aja karena sampai dijauhi orang ", Tambahnya Aris dari Partai PPP.

Dengan adanya kunjungan dari rombongan Komisi 1 ke salah satu rumah warga yang pernah dinyatakan positif Covid di Karanganyar tersebut, Aris berharap agar masyarakat sekitar bisa menerima kembali keluarga itu. Serta memberikan pesan kepada masyarakat, supaya tidak merasakan takut yang berlebihan. Meski demikian, harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang ada.

" Tadi kita datang kesana ( rumah keluarga DA ) banyak tetangga yang tahu, dan mudah-mudahan dengan warga sekitar bisa menerima keluarga tersebut untuk berbaur dan bersosial kembali seperti semula ", Harapnya.

Lebih lanjut Aris juga mengatakan, bahwa pihak Komisi 1 sepakat akan menyampaikan hal tersebut khususnya kepada Tim Gugus Tugas agar permasalahan tersebut juga menjadi tanggung jawab yang juga menjadi prioritas demi pemulihan terhadap dampak sosial atau psikis khususnya bagi warga mantan penyandang Covid.

" Kita akan berusaha, paling tidak untuk menyampaikan ke Tim Gugus Tugas supaya ada tindaklanjut semacam edukasi kepada warga lain untuk memulihkan kondisi tersebut. Bagaimana caranya nama keluarga tersebut bisa baik lagi dan diterima warga, terus warga lain supaya tidak takut. Itu yang paling terpenting nomor satu yang harus dilakukan ", Pungkasnya.

Sementara dari pihak keluarga DA sangat berharap adanya peran serta Pemerintah didalam memulihkan situasi yang ada, kaitan dengan hal tersebut yakni tentang kehidupan sosial bermasyarakat agar bisa berjalan normal khususnya dengan para tetangga lain. Mengingat pihak keluarga dari DA sendiri selama ini masih dijauhi, bahkan mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari beberapa tetangga yang ada. Dan hal itu dibuktikan ketika cucunya hendak membeli sesuatu di warung dekat rumahnya, tidak dilayani bahkan dibilang barang yang dibeli tidak ada.

" Semestinya kita dibantu untuk menjelaskan kepada warga, karena disini kita sendiri merasa belum diterima untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan tetangga. Meskipun saya sudah menjelaskan, bahkan menempelkan surat hasil negatif dari Dinas terkait. Pernah anak saya mau beli sesuatu di warung tetangga, sampai dibilang barangnya tidak ada, padahal barangnya ada ",Ungkapnya DA seraya berharap adanya upaya edukasi dari Pemerintah terkait. ( Sy )