PL di Dinas PUSDA Menjadi Sorotan Publik , Siapa Pemain nya ? - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Tuesday, June 16, 2020

PL di Dinas PUSDA Menjadi Sorotan Publik , Siapa Pemain nya ?




Terkait indikasi adanya proyek diduga fiktif milik dinas pekerjaan umum sumber daya air kabupaten malang masih menyisakan segunung pertanyaan.


Hasil infestigasi team dari lsm dan media dilapangan, diduga kuat bahwa pekerjaan tersebut sengaja tidak dikerjakan ( fiktif /tidak ada/dialihkan ketempat lain ), hal senada juga sempat diungkap team beberapa tahun silam pernah terjadi masih di dinas yang sama dengan kepala
dinas yang berbeda.


Menurut sumber rekanan yang minta save identitasnya " ini modus yang sama seperti yang pernah terjadi tahun-tahun kemaren, ada lis pekerjaan yang tertulis di PPK ,tapi tidak ada yang mengerjakan proyek tersebut atau tidak diketahui tempat pembangunan nya
dimana ".


Ini tidak asing, yang main ya orang-orang itu-itu saja. Selain itu, yang sering terjadi " rekanan diminta kirim atau stor proposal penawaran ,tapi tidak ada yang dipanggil untuk mengerjakan dengan alasan paketnya sedikit dan tidak cukup kalau dibagi ".


Yang jadi pertanyaan kami, siapa yang ngerjakan paket-paket tersebut ,padahal kami tau kalau waktu itu paket udah di pecah sampai jadi 30 dengan nilai rp.200.000.000 (dua ratus juta rupiah) setiap titik lokasi pekerjaan.

" Dan memang selama ini, dinas PU SDA kalau ngomong pada kami (rekanan ) terkait proyek PL kalau infonya dari dalam paket kecil atau sedikit, ya pasti ujung-ujungnya pinjam bendera rekanan dipakai mengerjakan paket tersebut dan rekanan atau yang punya bendera dikasih 10% dari nilai kontrak pekerjaan ".terang sumber

Sedangkan setelah di kirim i surat oleh media untuk konfirmasi terkait adanya indikasi pekerjaan fiktif dan atau monopoli proyek, pihak Kepala Dinas PUSDA hingga 3 hari lebih cenderung tidak mau menjawab.

(17/6/2020) saat awak media mencoba menemui Avicena selaku Kepala dinas PUSDA Kabupaten Malang, info dari receptionis kalau diarahkan ke kabid BM an.Budi, tapi setelah menunggu hampir 2 jam lebih Budi baru menemui dengan memberi keterangan bahwa " saya belum menerima surat tersebut dan masih di meja bapak kadis ".terangnya

Hingga berita ini naik ke meja redaksi, pihak PUSDA masih belum memberikan jawaban terkait indikasi adanya pekerjaan yang diduga fiktif tersebut. (Ich/team).