*"Tangkap Almi Yandri" Berkumandang di Kejati Jambi* - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Friday, August 14, 2020

*"Tangkap Almi Yandri" Berkumandang di Kejati Jambi*

 


Jambi, - Aliansi Merah Putih Indonesia melalui Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Muda (LASDA) hari ini lakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Jambi. Ketua LSM Laskar Muda Adam Kurniawan bersama ketua Aliansi Merah Putih Indonesia (AMPI) berorasi menyuarakan aspirasi rakyat terkait maraknya dugaan KKN di salah satu Dinas di Kabupaten Kerinci.


Dinas pemberdayaan masyarakat (Pemdes) yang dipimpin oleh Syahril Hayadi diduga sarang pungli, banyaknya pungutan yang tidak jelas ujung pangkalnya.


Begitu pula UKPBJ Kabupaten Kerinci, dinilai tidak profesional dalam menentukan pemenang tender proyek, salah satunya ada sebuah perusahaan yang tidak ada pengalaman kerja yang dimenangkan oleh panitia Pokja UKPBJ Kabupaten Kerinci yang diketuai Almi Yandri.


"Tangkap Syahril Hayadi, karena diduga kuat Dinas Pemdes dibawah pimpinannya penuh dengan Pungutan liar untuk memuluskan proses administrasi dan  segala bentuk urusan yang ada, begitu pula UKPBJ, Almi Yandri harus diperiksa karena banyak yang tidak beres dan syarat dengan unsur korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pemenangan tender proyek, dia lebih mementingkan kaum kerabat dan keluarganya, dan mengabaikan profesionalitas dalam bekerja," ujar Adam Kurniawan ketua LSM Laskar Muda.


Senada dengan ketua Aliansi Merah Putih Indonesia AMPI, mengatakan dalam orasinya, "Kejati kita tantang untuk turun kelapangan untuk melakukan investigasi bersama dalam menemukan dugaan KKN yang kita disebutkan," ujar Indra.


"Jika Kejati serius memberantas Korupsi kenapa harus menolak tantangan kita untuk melakukan investigasi secara bersama di Dinas Pemdes dan UKPBJ Kabupaten Kerinci," tegas Indra didalam orasinya.


Setelah dua jam berorasi didepan kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Jambi, Para pendemo diterima oleh pihak Kejaksaan, namun sayangnya, Kejaksaan tidak sedang berada ditempat, lantas saja para pendemo menolak ditemui selain Kepala Kejaksaan Tinggi tersebut.


Hari ini kita belum berhasil menemui Kejaksaan karena dalam persiapan 17 Agustus di tempat yang tidak disebutkan, namun kita sudah memberitahukan akan kita lakukan pergerakan lebih besar lagi sesudah ini. Dan kita ingin Kejati membuka diri dan memberikan kepastian atas semua tuntutan yang kita ajukan nanti.


"Kita pastikan hari Rabu 19 Agustus 2020 nanti akan kita lakukan aksi unjuk rasa tuntut kepastian hukum maupun tindakan dari Kejati terkait unjuk rasa kita pada hari ini, jumat 14 Agustus 2020. Dan sekaligus menyerahkan laporan resmi kepada Kejaksaaan Tinggi," ujar Indra memungkasi pembicaraannya kepada media ini. (Tim)