Ayo Bangkit !! Komunitas Pengembang Pangan Lokal (KPPL)Ajak Pemkab Nganjuk Dukung Ekonomi Kerakyatan - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Sunday, September 13, 2020

Ayo Bangkit !! Komunitas Pengembang Pangan Lokal (KPPL)Ajak Pemkab Nganjuk Dukung Ekonomi Kerakyatan




Nganjuk,Radar Merah Putih.com - Skala prioritas Pemerintah Kabupaten  Nganjuk di masa adaptasi tata hidup baru adalah menggerakkan perekonomian masyarakat.


Disampaikan melalui Komunitas Pengembang Pangan Lokal ( KPPL ) dengan produk olahannya, menjadi salah satu komponen ekonomi rakyat.Kini didorong untuk dapat maju dan berkembang dengan baik.



Kang Marhaen Djumadi selaku  Wakil bupati Nganjuk  saaat bersama anggota KPPL,mengatakan ekonomi kerakyatan perlu dihidupkan kembali untuk menghadapi masa adaptasi tata hidup baru. 


Seperti saat ini, rakyat harus menjadi kekuatan dalam menggerakkan ekonomi,"ungkap Kang Marhaen.


Ungkap Kang Marhaen bahwa Pemerintah harus memobilisasi modal untuk terciptanya pergerakan ekonomi secara besar-besaran.


Lebih lanjut ,Kang Marhaen  mencontohkan kegiatan KPPL Kecamatan Tanjung Anom yang berusaha mengembangkan dan memberdayakan komoditas lokal menjadi produk modern.




Seperti produk pie susu herbal dari KPPL dengan tiga varian rasa, yaitu pie dengan isi vla susu ekstrak pandan, jahe, serei.


 Kemudian, pie dengan isi vla susu bunga rosela dan terakhir pie dengan isi vla susu jahe,"papar kang Marhaen


Manfaat Susu dan ramuan herbal yang dipadukan ini diharapkan bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan  meningkatkan kesehatan dan imunitas tubuh.


 “Dengan kultur dan kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Nganjuk, akan menjadi kekuatan dalam rangka menggerakkan roda ekonomi lokal,” ucap Kang Marhaen 


Menurut Kang Marhaen," aset Kabupaten Nganjuk yang paling besar adalah rakyat,"ucapnya.



Masih ungkapnya," Kabupaten Nganjuk telah membangun peta ekonomi kerakyatan dengan klaster perekonomian rakyat di tingat pedesaan utamanya,"uraiannya singkat.


Digambarkan oleh Marhaen ,dimana saat ini di desa sudah mulai bermunculan kelompok ekonomi kerakyatan yang dibangun oleh rakyat itu sendiri di berbagai pedesaan.


Disinggung perihal pandemi Covid-19 yang mulai bulan Maret 2020.Marhaen mengungkapkan bahwa Covid-19 ini yang  mengakibatkan terpuruknya sektor perekonomian mulai dari bisnis besar hingga perekonomian rakyat.


 “Krisis akibat pandemi covid-19 benar-benar menghabiskan hampir semua sektor.


 "Ini menjadi masalah yang besar, baik pemerintah hingga masyarakat,” ungkap Marhaen Djumadi.



 Marhaen menyampaikan, saat ini merupakan saat yang tepat bagaimana mengutamakan kebersamaan di tingkat lokal seperti masyarakat dan pemangku kepentingan.



Cara ini bisa dilakukan untuk mengembangkan berbagai kerjasama guna meningkatkan kualitas hidup bersama di tengah situasi pandemi Covid-19.(Siwi)