Benarkah ada Isu Dimedsos , Ijasah Balon Wawali Tak Jelas ? Tomas Angkat Bicara - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Friday, September 18, 2020

Benarkah ada Isu Dimedsos , Ijasah Balon Wawali Tak Jelas ? Tomas Angkat Bicara



Pasuruan, radarmerahputih.com - Pilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Wali Kota dan Wakil ( Wawali ) Kota  Pasuruan , tinggal menghitung hari , semua bakal calon ( balon)  semakin menata diri  , para pendukung dari masing masing pasangan calon rapatkan barisan , bahkan ada yang membuat brita atau informasi yang dapat membuat calon pemilih menjadi ragu . 

Hal ini dibenarkan sejumlah Tokoh Masyarakat ( Tomas ) , dengan viralnya di Medsos tentang dugaan kurang transparan atau kejujuran tentang ijasah yang dimiliki oleh salah satu pasangan bakal calon Wawali yang belum tentu kebenarannya  namun sudah menjadikan ragu para pendukung dan calon pemilih nantinya  .



Diketahui sebelumnya Forum Masyarakat Sipil ( Formasi ) pada Rabu ( 16/09/2020 ) kemarin menggelar jumpa pers, meminta agar supaya semua bakal calon melakukan pembuktian terbalik terkait Ijazah yang dimiliki semua Bakal Calon. 


Senada dengan Formasi, sejumblah Tomas juga melakukan jumpa pers di area pasar kebonagung pada Kamis ( 17/09/2020 ) siang. Hadir dalam acara jumpa pers sejumlah Tomas yang dimaksud adalah Ayik Suhaya merupakan salah satu Tomas Gentong, H. Abdul Kodir  selaku salah satu Tomas Pantura dan H. Hidayatullah ( H. Dayat ) selaku salah satu Tomas Tambak Yudan.


Ayik Suyaha mengatakan bahwa semua bakal calon harus berani bersikap jujur, transparan dalam memberikan keyakinan yang bersifat realita kepada masyarakat. " Semua bakal calon harus mempunyai jiwa kejujuran dan transparan terkait adanya realita dilapangan dengan yang semua syarat diserahkan ke KPU ( terkait Ijazah ) harus sesuai, dan semua bakal calon secepatnya harus berani mengambil sikap pembuktian terbalik Ijazah yang dimiliki, sampaikan kepublik dengan transparan ", ungkapnya.


Selain itu H. Kodir juga menambahkan bahwa Polemik yang saat ini menjadi perbincangan ditengah masyarakat harus diluruskan. " Dimata masyarakat saat ini saya lihat polemik tersebut seakan - akan memang benar ( bukan hoax ). Hampir semua masyarakat, saya lihat mempunyai data yang ada maupun data bersurat yang diperuntukkan kepentingan pemerintahan ", terang H. Kodir.


Terkait dengan adanya bener / baleho yang terpampang dibeberapa titik - titik seputaran kota, H. Kodir juga meminta kepada pihak Bawaslu agar supaya bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan yang ada. " Dalam hal ini Bawaslu harus tegas, benar - benar bisa menjalankan tegasnya sesuai dengan aturan yang ada ".


" Saat ini kami melihat yang terpampang pada bener - bener sudah berkata lain, tidak sesuai dengan apa yang dimasukkan pada waktu pendaftaran di KPU. Kalau memang yang dimasukkan ke KPU tingkat SMA, yaudah samakan saja, biar masyarakat ini tidak bingung. Dan terkait ini kami kira sudah bukan lagi dirana KPU, tapi ini tugas Bawaslu. KPU ini sudah benar, sudah menjalankan tugasnya dengan sesuai, maka dari itu kami berharap Bawaslu bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan yang ada ", tambah H. Kodir. ( Sy )