Polres Nganjuk : Usai Malam Pengesahan Warga Baru PSHT Cabang Nganjuk ,Polisi Amankan 115 Pendekar dari Dua Perguruan - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Sunday, September 6, 2020

Polres Nganjuk : Usai Malam Pengesahan Warga Baru PSHT Cabang Nganjuk ,Polisi Amankan 115 Pendekar dari Dua Perguruan


 


Nganjuk, Radar Merah Putih.Com – Usai  malam Pengesahan warga baru PSHT Cabang Nganjuk yang digelar pada Jum'at malam ( 04/09) , terjadi kesalahpahaman antara dua perguruan silat , tepatnya  diwilayah hukum Polsek Warujayeng Polres Nganjuk


Diketahui pada malam itu  anggota pengamanan dari Polres Nganjuk yang memback up  Polsek Warujayeng berhasil mengamankan 115 orang dari dua perguruan silat. Jumat (4/9/2020). 


Terjadinya pelemparan terhadap rombongan Warga Baru PSHT di Dusun Takat Desa Kampung Baru  Kecamatan Tanjunganom


Berawal dari selesainya acara Pengesahan Warga Baru PSHT di lapangan SMA 1 Tanjunganom Setibanya bus rombongan yang membawa warga baru PSHT tepatnya di dusun Takat Desa Kampungbaru Kec.Tanjunganom di lempari sekelompok orang yg tdk di kenal


Kemudian petugas Polsek Warujayeng di bantu Bko dari  Polres Nganjuk mengamankan 115 orang dan dibawa ke mako Polsek Warujayeng


 Para pesilat yang diamankan tersebut diberi pembinaan di Mapolres Nganjuk sebelum dilepas.


Berdasarkan  informasi yang didapat ,insiden kecil sempat terjadi saat salah satu perguruan silat di Nganjuk menggelar pengesahan sejumlah 4.800 anggotanya pada Jumat malam


Mendapat serangan batu, anggota perguruan silat yang sepulang dari  lokasi pengesahan berhenti dan saling  membalas dengan lemparan batu mengarah armada yang ditumpangi 


 Kejadian ini sempat membuat warga sekitar ketakutan.


Beruntung, aksi tersebut tidak berlangsung lama karena puluhan anggota Polres Nganjuk yang sudah bersiaga melakukan pengamanan dan melerai kedua kubu perguruan silat.


Kendati demikian, polisi mengamankan para pesilat yang terlibat insiden di Kecamatan Warujayeng tersebut.


 Kabag Ops Polres Nganjuk, Kompol Wikha Ardilestanto saat dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa itu hanya kesalahpahaman saja. Dan polisi sudah meminta dan mempertemukan kedua perguruan silat hingga persoalan tersebut selesai 


Terkait anggota perguruan silat yang diamankan, Kompol Wikha Ardilestanto menegaskan, pihaknya hanya memberikan pembinaan. “Memang ada 95 anggota perguruan silat dan 25 anggota perguruan silat lainnya yang kami amankan.


 Mereka kami amankan karena terlibat insiden, saat ini kami berikan pembinaan,” jelasnya (Siwi)