Tantangan yang Harus di Bereskan Managemen Baru di KPH Jombang - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Tuesday, September 15, 2020

Tantangan yang Harus di Bereskan Managemen Baru di KPH Jombang




Jombang radar merah putih com - Betul-betul ketiban sampur (istilah orang jawa) dan bisa menjadi tantangan sendiri bagi Adm baru, betapa tidak, setelah sekian lama menunggu Adm baru untuk menempati kursi pucuk pimpinan management di KPH Jombang.


Bersamaan hari dan minggu dengan Sertisik Adm baru masuk kantor KPH, eh malah ada pencurian kayu mulai jati hingga sono terjadi seperti di wilayah BKPH Jabung KRPH Lebak Jabung (7/9/2020) sebuah truk mengangkut kayu jati sekira pukul 01.00 Wib dini hari di tangkap Polsek Jatirejo.


Setelah itu (10/9/2020) Pos Ai /4 yang mengadakan oprasi gabungan juga menangkap seorang warga yang bawa kayu jati illegal dari RPH Sumber Kepuh BKPH Munung, dan pada tanggal (11/9/2020) pukul 16.00 Wib Polsek Kabuh juga menangkap supir truk bawa kayu jati dari RPH Tingan BKPH Ploso timur.


Sedangkan ditempat lain pada hari dan tanggal yang sama (10/9/2020) saat di kantor KPH Jombang berlangsung Sertisik antara P Ratno ke B Irum, tepatnya di RPH Ngujung BKPH Ngujung Barat KPH Jombang ptak 202, 201, 167, 188 c juga terjadi pencurian kayu jenis sono yang mana menurut kolektor kayu, kayu jenis ini lagi seksi-seksinya atau harganya melambung diatas harga kayu jenis jati.


Saat Waka Adm /Korkam dihubungi awak media (15/9/2020) untuk konfirmasi tentang kejadian itu, " ini bukan penjarahan, pencurian biasa, pelaku masih dalam penyelidikan dan kita usahakan untuk dilakukan penangkapan ".ujar korkam.


Dan terkait pencurian tersebut, saat korkam di tanya masalah kerugian negara dengan adanya kejadian itu, korkam belum menjawab.



Informasi yang berhasil dihimpun team dari beberapa sumber tokoh masyarakat setempat yang minta di save identitasnya (14/9/2020) "hutan daerah sini (wilayah Ngujung) rusak parah karena pencurian yang berkepanjangan dan sampai saat ini belum ditangani maksimal oleh pihak Perhutani setempat (KPH Jombang), kami tau kalau ada indikasi oknum mandor terlibat ".


Tapi kami kan cuma warga biasa dan bukan aparat yang punya wewenang untuk menindak, jadi kami ya hanya bisa melihat dan kemungkinan kalau ini terus terjadi, kami akan bertindak dengan cara kami sendiri ".ujarnya

(Team)