Dianggap Kurangnya Profesional Cara KerjaTim gugus tugas covid 19 Puskesmas Dobar - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Monday, January 4, 2021

Dianggap Kurangnya Profesional Cara KerjaTim gugus tugas covid 19 Puskesmas Dobar





Dompu ,radar merah putih .com -  Adanya pernyataan dari oknum tim medis Puskesmas Dompu Barat melalui via telepon petugas posyandu dusun Bolonduru Desa Wawonduru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB, dimana pasien inisial JA (72) dinyatakan positif covid19, dan hal itu berdasarkan hasil rilisan dari tim laboratorium sehingga Sabtu, 02/01/21) sekitar pukul 10.30 wita JA warga Dusun Tembakolo Desa Wawonduru langsung dijemput paksa dengan menggunakan mobil ambulance covid 19 milik Puskesmas Dompu Barat melalui persetujuan pihak keluarganya, ternyata berujung panjang, jadi dilematis dan masalah .


      Pasalnya Keluarga JA yang semulanya menerima kenyataan  bahwa keputusan hasil laboratorium tersebut sehingga mengijinkan JA untuk dibawa isolasi Digedung Sanggilo yang kemudian dirujuk ke RSUD Dompu lantaran diduga pasien covid 19, padahal J A (72) menderita darah tinggi, ternyata dalam rilisan yang di outkan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Dompu tertanggal 01/01/21, tidak ada nama JA dalam susunan pasien yang terpapar covid 19 tersebut.

Muhammad Aminullah, S.Hi selaku pihak keluarga JA menuding bahwa oknum tim medis yang bertugas di Puskesmas Dompu Barat telah memberikan informasi bahwa JA(72) dinyatakan positif covid19  katanya , tim gugus tugas puskesmas Dobar dinilai ngawur, kerja tidak profesional    menjalankan tugas sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat .  Sebagai tim medis."saya minta petugas medis dan tim pencegahan covid19 kabupaten Dompu dapat  bekerja secara  profesional dan tidak asal-asalan sehingga menimbulkan masalah besar di kalangan masyarakat.

    Jangan sembarangan  menetapkan status pasien covid 19, karena ini menyangkut nama baik pasien dan Keluarga di Desa Wawonduru sendiri. Kalau tidak bisa bekerja sebaiknya belajar dulu sebelum turun lapangan ujar  Amin selaku pihak keluarga.


Untuk itu,  awak media mengharapkan   dan  meminta kepada tim gugus tugas pencegahan covid19 kabupaten Dompu, untuk memberikan pembinaan terhadap oknum medis tersebut karena yang bersangkutan dinilai  akan menimbulkan masalah besar di kalangan pemerintah dan masyarakat kedepan dan khususnya keluarga Jamaludin.   status JA, karena JA ini baru keluar dari RSUD Dompu dan sudah berlangsung sekitar 3 hari tanpa gejala dan mengantongi hasil rilis  positif covid19

Saya minta pada tim gugus tugas pencegahan covid19 kabupaten Dompu untuk memanggil dan memberikan pembinaan khusus pada menentukan status orang terkait covid19 antara negatif atau positif karena ini menyangkut harga diri JA dan pihak keluarga. Pasalnya, warga setempat telah mengetahui kalau JA terpapar covid 19 setelah adanya informasi tersebut dan JA sendiri dilarang untuk di isolasi mandiri dikediamannya,"pinta Amin dengan tegas.


Amin juga meminta kepada tim gugus tugas pencegahan covid19 kabupaten Dompu untuk dapat bekerja secara profesional dan tidak menuding orang soal status positif covid19 karena itu dianggap menciderai kredibilitas pasien maupun pihak keluarganya. 


"Sebaiknya tim covid19 kabupaten Dompu dapat bekerja profesional dan serius dalam hal menyampaikan rilisan pasien positif dikabupaten Dompu berdasarkan hasil rilisan yang di terbitkan oleh laboratorium Sumbawa. Itu yang kami harapkan karena itu akan mengundang kemarahan pihak keluarga pasien sendiri jika telah dinyatakan positif sementara tidak ada dalam rilisan yang di keluarkan oleh pihak laboratorium Sumbawa. Saya berhak membela mertua saya,"ujar amin.


Terkait persoalan ini, Kepala Puskesmas Dompu Barat, Mujakir, S. Km yang dikonfirmasi diruang kerjanya oleh media mengatakan penetapan status JA ini terjadi mis komunikasi antara tim gugus tugas pencegahan covid 19 kabupaten Dompu, pihak RSUD Dompu dengan puskesmas Dompu Barat.


Ditanya soal penjemputan JA yang salah dan tidak sesuai standar operasional ? Kepala Pukesmas Dompu Barat mengakui kesalahan tersebut serta menyatakan tidak ada manusia yang luput dari kekhilafan. Dimana penjemputan tersebut dilakukan berdasarkan rilisan dari pihak RSUD Dompu yang dikeluarkan pada tanggal 29/12/20 yang menyatakan bahwa JA (72 tahun) warga dusun tembakolo desa Wawonduru Kecamatan Woja dinyatakan positif covid 19 sehingga dilakukan negosiasi oleh Puskesmas Dompu Barat melalui Keluarga nya dan diijinkan untuk dijemput untuk dilakukan isolasi di gedung sanggilo pada tanggal 02/01/21 sekitar pukul 20.20 wita dan sekitar pukul 11.20 wita, pasien yang sudah berada di gedung sanggilo terpaksa dirujuk di RSUD Dompu akibat tekanan darah tinggi dan kembali dirujuk berdasarkan persetujuan pihak keluarga nya yang dihubungi via phonsel kader posyandu dusun Bolonduru.


"Sebenarnya dalam persoalan penetapan status JA ini merupakan tanggung jawab pihak RSUD Dompu yang mengeluarkan hasil rilisan yang kemudian ditindaklanjuti oleh kami dipuskesmas Dompu barat ini. Hasil rilisan status JA yang dinyatakan positif covid19 yang dikeluarkan RSUD Dompu dan yang menjadi sasaran atau kena getahnya justeru kami yang ada di Puskesmas Dompu Barat ini,"kata Om Jek pada dua media diruang kerjanya Senin (04/01).


Selain itu, Kepala Puskesmas Dompu Barat juga mengaku bahwa pihak RSUD Dompu sempat mengirimkan rilisan ke Puskesmas Dompu Barat pada tanggal 29/12/2020 dengan menyatakan status JA positif Covid-19, saat pasien dirawat dirumah sakit selama 4 hari karena sakit sesak nafas. Selang beberapa hari JA kembali di swab ulang dan hasil swab kedua JA dinyatakan negatif dan dipulangkan ke kediamannya lantaran dinyatakan sembuh. 


"rilisan hasil swab kedua JA pada tanggal 30/12/2020, kami tidak menerima rilisan dari RSUD Dompu yang menyatakan bahwa JA negatif. Sehingga menjadi landasan untuk melakukan penjemputan JA pada tanggal 2/1/2021 ini berdasarkan hasil rilisan yang diberikan oleh pihak RSUD Dompu pada tanggal 29/12/2020 lalu itu,"akunya.


Jurfi, ST, M. Si selaku sekretaris TTPP Covid-19 Kabupaten Dompu yang di hubungi media ini melalui Whatsapp nya untuk meminta tanggapan hal tersebut justeru menyatakan silakan diberitakan dulu biar nanti itu menjadi bahan koreksi kami nantinya.


"Saya mau ke masjid dulu, konfirmasi aja ke Dikes,"jawab Bang Jeff via WhatsApp LintasSamudera.com tertanggal (04/01).


Ida Fitriani  Humas RSUD Dompu saat  dikonfirmasi melalui via WhatsApp nya hingga berita ini diturunkan juga belum membalasnya pertanyaan media ini via WhatsApp nya (red /zun)