Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Pembelajaran Mahasiswa. - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Thursday, January 7, 2021

Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Pembelajaran Mahasiswa.


Oleh : Annisa Hajar Nurrohmah 


Radar merah putih com - Tidak dapat dipungkiri bahwa covid-19 memberikan dampak yang besar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dengan adanya tuntutan pelaksanaan social distancing dan juga physical distancing perguruan tinggi dan institusi-institusi pendidikan lainnya di tutup untuk mengurangi penyebaran covid-19. Kegiatan belajar mengajar dan administratif pun beralih dari tatap muka menjadi daring.


 Hal ini tentu berpengaruh tehadap pembelajaran mahasiswa. Terutama pada institusi-institusi pendidikan yang belum pernah melakukan pembelajaran daring.

Pengaruh pembelajaran daring terhadap mahasiswa

Mahasiswa yang sudah terbiasa dengan sistem pembelajaran tatap muka harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran daring. Pada setiap awalan pasti terdapat kesulitan. 

Namun, saat ini sistem pembelajaran daring sudah lebih baik dibandingkan dengan awal pelaksanaannya. Terutama dalam ketepatan waktu. Sekarang mahasiswa dan dosen sudah terbiasa dengan pembelajaran daring, sehingga membutuhkan waktu yang lebih sedikit untuk mempersiapkan kelas daring. E-learning juga sudah mudah untuk digunakan dan diakses.

Hal positif yang bisa diambil dari keadan ini adalah meningkatnya pengguna teknologi dalam pembelajaran selama pandemi covid-19. Namun, mengingat adanya kendala jaringan yang menjadi masalah utama bagi mahasiswa, kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilakukan secara efisien. 


Akibatnya, mahasiswa kurang memahami materi dan harus mencari sumber lainnya. Terkadang pembelajaran daring juga membosankan karena mahasiswa hanya dapat menatap layar telepon pintar atau laptop saja, tanpa adanya interaksi secara langsung. Walaupun demikian, sistem pembelajaran daring saat ini sudah cukup efektif, meskipun masih ada beberapa kendala yang dialami oleh mahasiswa.

Apakah pembelajaran tatap muka diperlukan?


Pembelajaran tatap muka tetaplah penting, mahasiswa membutuhkan interaksi secara langsung dengan teman sebayanya dan juga dosen. Di samping itu, pembelajaran tatap muka diperlukan untuk melatih kerjasama, mengembalikan rutinitas yang teratur, dan berpengaruh pada motivasi belajar mahasiswa. 

Hal ini juga berhubungan dengan kondisi psikologi mahasiswa yang akan berpengaruh pada hasil belajarnya. Selain itu, ada beberapa praktikum yang tidak bisa dilakukan secara daring sebab fasilitas yang dibutuhkan tidak tersedia di rumah.

Dengan demikian, sistem pembelajaran daring saat ini sudah cukup efektif.

 Namun, efektif atau tidaknya kegiatan pembelajaran daring sendiri tergantung dari bagaimana dosen, mahasiswa, dan kebijakan institusi-institusi pendidikan dalam menangani kendala yang dihadapi. Di sisi lain, mahasiswa tetaplah membutuhkan pembelajaran tatap muka. ( Annisa )