-->

Author Details

Kacabdindik Nganjuk Tinjau Vaksinasi di Tiga Titik Hari Sabtu .

Saturday, August 28, 2021, August 28, 2021 WIB Last Updated 2021-08-29T04:14:10Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

   Edi Sukarno  kacabdindik SMA/ K Kab.Nganjuk  ( tengah ) . 

Nganjuk, radarmerahputih .com -  Berharap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) segera dilaksanakan, ratusan siswa  di Nganjuk antusias ikuti vaksin COVID-19.Seperti yang dilaksanakan oleh para pelajar di SMKN 1 Kertosono  Sabtu  (28/08/2021).


Sebanyak 470 siswa SMK N 1 Kertosono  ikuti vaksinasi di ruang Aula , mereka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ( tes suhu tubuh saat masuk gerbang sekolah , cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan wajib memakai masker ) . 


Hadir dalam kegiatan vaksin tersebut Edi Sukarno Kepala Cabang Dinas Pendidikan SMA/ K Kabupaten Nganjuk ,   Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas ,serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Kertosono , guru , karyawan dan ratusan siswa yang sudah terdaftar sebagai peserta vaksin .



Dalam pelaksanaan vaksinasi kali ini ada tiga  sekolah menengah tingkat atas maupun sekolah menengah kejuruan , pada hari dan waktu yang sama melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk herd immunity di lingkungan pendidikan.


Selain instruksi dari dinas pendidikan provinsi Jawa timur, kegiatan vaksinasi hari ini merupakan tindak lanjut rapat terbatas Forkopimda bersama para kepala sekolah SMA/K dalam rangka pengendalian Covid-19 di lingkungan sekolah Kabupaten Nganjuk .


Kepala Cabang Dinas Pendidikan SMA/ K. Kabupaten Nganjuk  Edi Soekarno pada hari ini meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMK Negeri 1 Kertosono dan SMA Negeri  Ngronggot  ,sedangkan di SMK N Gondang diwakilkan oleh Priyo sslah satu tenaga di Kantor .

      ( Suasana diruang vaksin ,SMKN 1 Kertosono ) 


Edi Soekarno  saat meninjau vaksinasi di SMK Negeri 1 Kertosono berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang bekerja sama dengan Satgas percepatan dan penanggulangan Covid-19 Kabupaten  Nganjuk . 


Ia mewakili Satgas Covid-19 Kabupaten Nganjuk mengatakan kepada awak media bahwa ,'  target vaksinasi ini berjumlah 1500 terbagi ke 6 lembaga sekolah   tingkat SMA dan SMK di seluruh Kabupaten Nganjuk , karena keterbatasan jumlah stok yang tersedia dari Dinas Pendidikan Propinsi , masing masing sekolah mendapat tambahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk , " ujar Edi .


"Dalam percepatan dan penanggulangan Pandemi Covid-19 dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat" terang  Edi .


"Walaupun sudah mendapatkan vaksin Covid-19 saya harapkan seluruh guru dan siswa tetap mematuhi protokol kesehatan khususnya pemakaian masker selama proses belajar mengajar" pungkas Edi 

        ( Gaguk Wiyono Heru , kepala SMKN 2 Kertosono ) .


Gaguk Wuyono Heru kepala SMKN 1 Kertosono saat dihampiri media ini mengatakan ," Ucapan banyak terimakasih kepada Dinas  yang telah memberikan jadwal vaksin yang pertama  pada hari ini , semoga setelah vaksin yang kedua nanti tidak ada gendala apapun dan akan segera diberlakukan pembelajaran tatap muka , " ujarnya .


" Di SMKN 1 Kertosono ini mendapat jatah  470 sesuai jumlah siswa kelas XII , untuk kelas XI ada jadwalnya sendiri dan kelas X juga sama ," jelas Gaguk .


  Terpisah , di SMKN 1 Gondang , Hariyanto kepala sekolah saat ditemui diruanganya menyampaikan ," hari ini adalah vaksin pertama untuk anak anak disini , sejumlah 420  siswa sesuai jadwal yaitu kusus untuk kelas XII , sedangkan untuk kelas XI dan kelas X menunggu jadwal berikutnya , " jelas Hariyanto kepada radarmerahputih . Com .

     ( Hariyanto kepala SMKN 1 Gondang ) 

Menurutnya , dengan Vaksinasi ini semoga Pandemi Covid 19 segera hilang dan kembali normal seperti sediakala , sehingga kami bisa melaksanakan Pembelajaran  Tatap Muka ( PTM ) , karena selama pandemi belajar  dalam jaringan (daring), dinilai  tidak efesien. Selain itu, banyak keluhan anak anak jika paket internet yang dipakai untuk mengakses pembelajaran itu menjadi cepat habis. Bahkan di tempatnya,  sinyal internet juga sulit. " Jelas Hariyanto .


Berbeda, dibandingkan dengan pembelajaran secara langsung. Pemahaman materi secara langsung, juga lebih mudah diterima. “Kalau pembelajarannya itu (tatap muka), bisa lebih mudah dipahami,” pungkasnya.


( Adv / siwi ) .


Komentar

Tampilkan

Terkini