-->

Author Details

Diduga Tidak Transparan Managemen Keuangan di Dua Desa di Kecamatan Kempo .

Monday, October 25, 2021, October 25, 2021 WIB Last Updated 2021-10-25T08:27:09Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Dompu ,radarmerahputih.com - Setelah selesai melaksanakan kegiatan pilihan kepala desa melalui demokrasi , beberapa desa di Kecamatan Kempo melanjutkan serah terima jabatan setelah dilantik beberapa waktu lalu oleh bupati Dompu A Kader Jaelani .


Diketahui di Kecamatan Kempo  ada 8 desa yakni Desa Dorokobo, Desa  Ta,a Kempo, Desa Soro , Desa Soro Barat Konte , Desa  Songgajah dan Des  Tolokalo. 


Dari  8 desa  yang ada di Kecamatan Kempo tersebut , ada 4 desa yang  sudah melaksanakan kegiatan pemilihan kepala desa secara demokrasi   antara lain  Desa Ta,a, Desa Soro barat, Desa Konte  dan Desa Songgajah, dari ke 4 desa tersebut ada  dua desa yang diduga  masih bermasalah yakni Desa Konte , dan Desa Soro Barat. 

    

Saat di konfirmasi oleh media ini , Ilyas Wahyudi kepala Desa Soro Barat  yang baru dilantik  didampingi Ketua BPD dan  Sekretarisnya  Abdurrahman, berharap agar permasalahan terkait serah terima jabatan antara kepala desa lama kepada kepala desa baru  ini bisa terselesaikan .


Ilyas berharap agar saat serah terima jabatan bisa  transparan dan diketahui  oleh publik  juga masyarakat desa Soro Barat , apalagi  mengenai anggaran Dana Desa serta  aset yang ada . 


 Sukma Wati bendahara Desa Soro Barat  mengatakan ,' kalau  soal  Dana Desa  saya sebenarnya sangat kecewa , karena setahu saya ditahun ini   Dana Desa yang seharusnya untuk pembangunan juga untuk BLT masyarakat Dampak Covid 19 serta kegiatan penanganan Covid 19  dari  nilai Rp 1,8 Milyar , sisa tinggal Rp 600 juta," ungkap Sukma kepada awak media ini .


Ketua BPD dan Kades meminta pertanggung jawaban keuangan bendahara Sukma Wati , dan telah diberikan surat Surat Pemberitahuan ( SP ) 1 .


" Mengingat dana tinggal  600 juta itu hanya untuk BLT, belum lagi honor dan gaji kades dan stafnya. Adapun dana yang harus di pertanggung jawabkan adalah dana covid 19  dana kepemudaan atau karangtaruna , dana untuk kegiatan PKK , untuk memberi honor kepada kader posyandu juga kdrt kesehatan , honor BPD dan lain lain , sedangkan dana BUMDES senilai  200 juta selama 4 tahun  apakah sudah berada di tangan ketua atau belum ," ujar Kades baru ini .


Selain itu minus untuk belanja lain beber sek.BPD,  Sekdes Andi, dan pendamping Desa saat di konfirmasi awak media , Jumat tanggal 22 Oktober 2021.

  

 Sementara Desa Konte belum serah terima jabatan, diduga  juga masih bermasalah terkait dengan tidak transparannya  keuangan ,  antara lain dana operasional ,  pembelian mesin pompa air , dan proyek jalan/jembatan ekonomi masih bermasalah belum selesai ganti rugi lahan P.Muslamin yang di ikut digunakan untuk kepentingan desa .


 Bendahara desa Konte menjelaskan , sudah di serahkan semua pada sekdes ungkapnya beberapa waktu lalu.

      

Merujuk pada permasalahan ini kepala  inspektorat H.Muhibudin M.Si di minta tanggapan melalui Washaap, di suruh pembinaan Dinas BPMD, namun hal ini kepala Dinas BPMD Haerudin S.H menyikapi dengan hati yang mendulang agar bisa di selesaikan lewat Pemerintah Kecamatan .

    


Sementara camat Kempo saat di hubungi tengah  hadir acara rapat PGRI, belum bisa terlalu mencampuri urusan Desa karena baru menjabat, sebagai camat kempo,apalagi ada rencana pergantian bendahara ujarnya 

( Zun).

Komentar

Tampilkan

Terkini