-->

Author Details

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MEMBUAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMK TARUNA BAKTI KERTOSONO JADI MENARIK

Saturday, October 9, 2021, October 09, 2021 WIB Last Updated 2021-10-09T08:26:08Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Penulis : Ahmad Nizarul Fatoni, S.Pd


Nganjuk  Jawatimur , Radarmerahputih.com-  Dalam permendikbud nomor 81 A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum pada lampiran IV tentang Pedoman Umum Pembelajaran menyebutkan bahwa secara prinsip kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik menjadi kompetensi yang diharapkan. 

Untuk mencapai kualitas yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum tersebut, kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip : (1) berpusat pada peserta didik, (2) mengembangkan kreativitas peserta didik, (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, (4) bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika, dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna. 


( Suasana pembelajaran di SMK Taruna Bhakti ) 


Untuk menghantarkan agar siswa memiliki kompetensi dasar tersebut tentunya diperlukan suatu kegiatan pembelajaran yang dapat memunculkan sikap-sikap tersebut di atas. Salah satunya adalah pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. 

Model pembelajaran ini dilakukan melalui kerjasama siswa dalam kelompok-kelompok kecil, menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, guru bertindak sebagai fasilitator dan menggunakan situasi kehidupan nyata sebagai fokus pembelajaran sehingga membuat pembelajaran semakin menarik. Siswa akan bekerja dalam kelompok untuk memecahkan masalah nyata dan kompleks yang akan mengembangkan pemecahan masalah keterampilan, penalaran, komunikasi, dan keterampilan evaluasi diri melalui pembelajaran berbasis masalah.


Kebanyakan Peserta didik di SMK Taruna Bakti Kertosono menilai bahwa matematika itu pelajaran yang sulit dan membosankan. Pendapat tersebut bisa kita tepis jika pada pembelajaran matematika kita buat situasi yang menyenangkan, anak bisa mengemukakan pendapat tanpa rasa ragu, siswa bisa menunjukkan kreatifitasnya masing – masing yang hal tersebut bisa diperoleh dalam metode pembelajaran problem based learning

Setelah pada pembelajaran matematika menggunakan metode problem based learning , peserta didik menjadi lebih paham dan lebih mengerti tentang materi yang disampaikan oleh guru, karena pada model pembelajaran ini peserta didik diberikan masalah dalam kehidupan sehari – hari yang sesuai dengan materi yang diajarkan. untuk memecahkan masalah tersebut peserta didik bisa berdiskusi untuk saling menyampaikan pendapat dan jika merasa kesulitan akan dibimbing oleh gurunya. sehingga mereka termotivasi untuk lebih giat belajar matematika dan mereka menyampaikan bahwa pelajaran matematika itu tidak sulit akan tetapi menarik serta menyenangkan untuk dipelajari.


Komentar

Tampilkan

Terkini