-->

Author Details

Pembina AWAS "Kita Belajar dari Sumpah Pemuda"

Sunday, October 17, 2021, October 17, 2021 WIB Last Updated 2021-10-18T06:38:52Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Kediri, radarmerahputih .com - Novendri Yusdi, S.H. menuturkan Sembilan Puluh Tiga Tahun lalu tepatnya 28 Oktober 1928 di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta Pusat, untuk pertama kalinya Sumpah Pemuda di-ikrarkan. Hari bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam membangun landasan utama gerakan kebangkitan Nasional sekaligus perekat yang mempersatukan anak Bangsa dari berbagai suku dan agama. 


Lebih lanjut Advokat selaku Pembina dan Penasehat Aliansi Wartawan Sejawa-Timur (AWAS) menyampaikan Belajar dari Sumpah pemuda adalah catatan sejarah yang sangat berharga didalamnya. Butir-butir dalam sumpah pemuda itu tidak hanya disusun untuk menjadi hasil kaum muda menjawab kebutuhan kemerdekaan dari penjajah saat itu. Melainkan lebih dari itu, Sumpah Pemuda telah menjadi semangat yang terpatri atas dasar kesamaan nasib dan cita-cita yang kemudian di bungkus dengan komitmen untuk senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa,  satu tanah air. Yang pertama-tama ditandai dengan disepakatinya bahasa universal bahasa Indonesia.


Pemuda dalam lembar sejarah merupakan aktor kunci sebagai katalisator perubahan sosial, ekonomi dan politik. Menjadi kesimpulan yang tak terbantahkan apa yang dikatakan Indonesian is "BENEDICT ANDERSON" bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah pemudanya. 


Pemuda menyimbolkan semangat Idealisme, Progresif, dan berpikir Radikal. Pemuda adalah sosok yang dianggap membawa perubahan atas kondisi-kondisi yang butuh perubahan. Namun sungguh menjadi ironi sejarah ketika hari ini kiprah pemuda tenggelam dalam arus besar hedonisme, kriminal, dan pragmatis. 


Kini setelah 93 Tahun Sumpah Pemuda diikrarkan, ternyata kita belum sepenuhnya merdeka dari pertikaian internal. Sumpah Pemuda belum sepenuhnya diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari dalam berbangsa dan bernegara. 


"Mari kita sama-sama berkiprah dalam membangun bangsa dan negara," tutup Ajo Lery ( panggilan akrab Novendri Yusdi di Komunitas Perantau Minang) saat ditemui di Best Western Papilo Hotel Surabaya sekaligus pesan pencerahan kebangsaan kepada Anggota AWAS. 


(Wulan)

Komentar

Tampilkan

Terkini