-->

Author Details

Penanaman Bibit Pohon di Pusung Lading oleh Dirut Perhutani Mengawali Giat di KPH Malang

Monday, November 8, 2021, November 08, 2021 WIB Last Updated 2021-11-09T03:55:53Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Malang , radarmerahputih.com- Direktur utama perum perhutani Wahyu Kuncoro dalam kunjungan nya di Kph Malang 8 November 2021 selain melihat kawasan terdampak banjir juga melakukan serangkaian kegiatan diantaranya penanaman bibit MPTS (multiple porpose tri spesies) di kawasan hutan tepatnya Pusung lading serta melakukan pembinaan pada jajaran dibawah.

Menurut Adm Kph Malang Candra Musi saat ditemui RMP.com (9/11/2021) menjelaskan "terkait giat penanaman tersebut, kedepannya akan terus kita lakukan upaya yang pertama adalah alih komoditi di beberapa kawasan hutan yang terbuka, sehingga peruntukan lahan semakin baik ".

" Kemudian kita akan lakukan penanaman dibeberapa wilayah hutan dengan jenis bibit tanaman MPTS yang tentunya tanaman ini multifungsi bisa menghasilkan buah-buah an, Air, menjaga lingkungan dan juga bisa jadi pakan satwa ".


"Diharapkan dengan rehabilitasi dan penanaman ini, fungsinya bisa menjadi lebih baik terhadap lingkungan. Disamping itu, dengan adanya rehabilitasi MPTS dapat meningkatkan ekonomi masyarakat karena tanaman ini menghasilkan buah-buahan seperti alpukat, nangka, durian dan itu akan bermanfaat bagi masyarakat secara langsung kedepannya".


Lebih jauh Candra Musi, "demikian juga dengan upaya pembangunan tanaman ini, kita tidak bisa hanya sendiri tanpa didukung stakeholder yang ada, terutama masyarakat sekitar kawasan hutan. Karena kalau masyarakat tidak turut menjaga, akan timbul kembali keterbukaan lahan dalam kawasan ".


" Kemudian erosi dan tentunya tanahnya tidak subur kalau itu dibiarkan, jika tidak ada upaya saling bersatu. Dan kedepannya Kph Malang berkomitmen melakukan penanaman serta rehabilitasi dikawasan seperti Pujon, Singasari dan juga daerah Kph Malang yang lain ".


Karena kawasan hutan lindung kita, disana cukup luas juga, mungkin mencapai sekitar 200 ha -500 ha masuk BKPH Singasari RPH Junggo . pungkasnya pada awak media 

(Tim)

Komentar

Tampilkan

Terkini