-->

Author Details

PT .Veolia Services Indonesia Menjadi Motivator Perusahaan Lain Daur Ulang Sampah Plastik

Monday, December 13, 2021, December 13, 2021 WIB Last Updated 2021-12-13T08:09:04Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Pasuruan , radarmerahputih.com -  Deputi Bidang Koordinasi Pengelalahan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Nani Hendiarti, sangat mengapresiasi PT. Veolia Services Indonesia yang mampu menjalin kerja sama dengan Danone-AQUA dalam membangun pabrik daur ulang dan Pemrosesan ulang botol plastik PET (Polyethylene Terephthalate) terbesar di Indonesia. 


Nani Hendiarti mengatakan, pihaknya akan terus mendorong para pelaku industri untuk melakukan transformasi ke arah pembangunan berkelanjutan.


Menurutnya langkah  tersebut, salah satunya dijalankan melalui penerapan konsep industri hijau, yakni prinsip penggunaan sumber daya yang efisien, ramah lingkungan, dapat didaur  ulang dan berkelanjutan serta memanfaatkan sampah sebagai energi alternatif.


," Disini PT Veolia Services  Indonesia sebagai perusahaan yang dapat mengubah sampah plastik menjadi plastik siap pakai adalah hal yang sejalan dengan penerapan peta jalan pengurangan sampah oleh produsen sebesar 30 %, dimana seharusnya setiap produsen manufaktur, ritel, serta jasa makanan dan minuman, bertanggung jawab untuk mengurangi sampah dari produk dan kemasannya, melalui penarikan kembali, pendaur  ulang dan atau guna ulang, " terang Nani saat di Surabaya kemarin .




Nani juga berharap, langkah yang diambil PT Veolia agar dapat diadopsi oleh seluruh produsen yang menggunakan plastik dalam produk dan kemasannya, baik melalui pembangunan fasilitas bersama atau melalui pengembangan kerja sama penarikan kembali sampah produk atau kemasan berbahan plastik untuk didaur ulang.


Lebih lanjut Nani mengungkapkan " Saya meyakini bahwa kita bisa menyelesaikan 39 persen permasalahan sampah plastik yang belum tertangani dengan kerja sama antar pemangku kepentingan baik pemerintah, dunia usaha, dan sektor informal seperti bank sampah. Kita bisa menarik pembelajaran mengenai success story dari Veolia Indonesia dan Danone-AQUA. Bagaimana kolaborasi dijalin, desain bisnis yang dibangun, termasuk skema pengangkutan, pendauran ulang, dan produksi serta distribusi produk hasil plastik daur ulang," lanjut  Nani.


Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo yang menyebutkan, bahwa pengoperasional Pabrik Daur Ulang milik Veolia Indonesia ini adalah wujud kemitraan untuk mengambil peran dalam menyelesaikan tantangan sampah plastik di Indonesia.


Karyanto Wibowo  menjelaskan bahwa " Selain menyelesaikan masalah sampah plastik, kami juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di dalamnya peningkatan kesejahteraan bagi para pekerja di sektor persampahan yang mayoritas berasal dari sektor informal," jelas  Karyanto. 



PT Veolia Services Indonesia  dilain pihak, Director of PT Veolia Services Indonesia Country Director Veolia, Joko Sunaryo, menjelaskan bahwa ," dengan mengoperasikan fasilitas daur ulang yang dilengkapi dengan teknologi terkini, PT Veolia Services Indonesia ini  diharapkan dapat menjadi bagian dalam upaya Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi dan mengurangi permasalahan sampah plastik di Indonesia.," Jelasnya .


Lanjutnya " Ini suatu kebanggaan yang luar biasa bagi PT Veolia Indonesia yang dipercaya dan dapat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia serta mitra kami, Danone-AQUA, untuk mengoperasionalkan pabrik daur ulang terbesar dan termutakhir yang ada di Indonesia, dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku plastik daur ulang untuk produk- produknya, " jelas Joko Sunaryo.


Joko juga menambahkan, bahwa ," perusahaannya yang saat ini bermitra dengan Danone AQUA untuk mendukung target pemerintah dalam mengurangi sampah plastik di lautan sebesar 70 persen pada tahun 2025 untuk Indonesia yang lebih bersih.," terangnya 

Diakhir perbincanganya  , Joko menjelaskan pula ," PT Veolia Services Indonesia adalah pabrik daur ulang yang berproduksi sejak Maret 2019 dengan total investasi sebesar Rp 600 Milyar dengan kapasitas produksi 25 ribu ton per-tahun Recycled PET Plastik (RPET) berdiri di atas lahan seluas 22.000 meter persegi dengan luas bangunan 7.000 meter persegi ini berlokasi di Kawasan Industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, " pungkas Joko.

( Red ) 

 


Komentar

Tampilkan

Terkini