-->

Author Details

Melalui FANTASI Dinsos Nganjuk Jalin Silahturahmi Dengan Ponpes , Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Monday, April 18, 2022, April 18, 2022 WIB Last Updated 2022-04-21T20:59:41Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Nganjuk ,radarmerahputih com - Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk yang diwakili Kepala Bidang PPA bersama Forum Anak Nganjuk Jembatan Aspirasi (FANTASI) menjalin silahturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda Ploso Nganjuk. Diterima langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren, KH Ahmad Badrus Sholeh, 60 santriwan santriwati berdiskusi dengan FANTASI dengan tajuk BATASI atau Belajar Bareng FANTASI, Minggu (17/04/2022)



Kepala Bidang PPA, Agus Sugianto, mewakili Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk dalam kegiatan Belajar Bareng FANTASI dengan tema "Pencegahan Kekerasan Seksual terhadap Anak” mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan pada anak-anaknya. Imbauan itu ditegaskan karena semakin meningkatnya kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Nganjuk



“Pelaku kejahatan seksual terhadap anak, tidak jauh dari lingkungan sekitar, teman dekat, teman baru kenal melalui media social Facebook dll, bahkan keluarga sendiri”. Kata Agus Sugianto

“Adapun faktor lain yang menjadi pemicu kekerasan pada anak dan perempuan adalah ekonomi. Kemudian kekerasan pada anak dan perempuan karena perceraian. "Untuk masalah ekonomi itu menjurus ke perselingkuhan dan bercerai. Anak menjadi korban, dan juga disebabkan adanya pernikahan dini," tandasnya


Karena itu, tambah Agus, peran orangtua sangatlah penting untuk menjaga serta melindungi anak dan anggota keluarga. Karena kebanyakan kekerasan itu terjadi di lingkungan keluarga. "Makanya, kami mengimbau para orangtua untuk meningkatkan pengawasan dan menjaga anggota keluarganya dari kekerasan terhadap anak



Forum Anak Nganjuk sebagai binaan Dinas Sosial PPPA, sebagai generasi penerus bangsa selalu diharapkan peran dan partisipasinya sebagai agen perubahan/pelopor bagi teman sebayanya. “Bagaimana bisa mengkondisikan apabila dirinya dan teman sebayanya menghadapi kekerasan seksual agar memberanikan diri melapor (sebagai pelapor), sehingga pelaku bisa di proses secara hukum,” terang Agus.



KH. Ahmad Harus Sholeh, sebagai pengasuh pondok menyambut baik kegiatan dimaksud sebagai hasanah ilmu yang bermanfaat sebagai bekal para santri untuk melaksanakan kemaslahatan umat. Beliau berharap kepada semua santri untuk mengikuti sampai selesai dan ada sharing ilmu, sehingga benar-benar dipahami.

( Red ) 


Komentar

Tampilkan

Terkini