-->

Nasdem

Nasdem

Author Details

Antisipasi Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan , Pemkab Nganjuk Sementara Menutup Pasar Hewan

Saturday, May 28, 2022, May 28, 2022 WIB Last Updated 2022-05-29T06:05:08Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Nganjuk ,radarmerahputih com - Antisipasi merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) pada hewan ternak ,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menutup sementara seluruh pasar hewan yang ada di Kabupaten Nganjuk . 


Judi Ernanto Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Nganjuk “Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Nganjuk Nomor 443.4/1749/411.317/2022  pasar hewan ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Judi, Jum’at ( 27/5/2022).



Menurutnya , alasan penutupan pasar hewan di Kabupaten Nganjuk ini semata  untuk membatasi lalu lintas ternak dari luar daerah yang akan masuk ke pasar-pasar hewan di Kabupaten Nganjuk setelah

 ditemukannya kasus positif PMK.


“Berdasarkan hasil uji Laboratorium Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta Nomor: 24026/PK.310/F.4.D/05/2022 dan Nomor 24027/PK.310/F.4.D/05/2022 tanggal 24 Mei 2022. Di Nganjuk telah ditemukan sebanyak 221 ternak sapi positif PMK,” jelasnya sembari menyebut 15 diantaranya dinyatakan telah sembuh sampai saat ini.


Untuk mengantisipasi potensi meluasnya penularan wabah (outbreak) pada ternak ruminansia di wilayah Kabupaten Nganjuk, diperlukan tindakan dan penanggulangan guna menekan penyebaran penyakit PMK tersebut.


Judi menyampaikan, saat ini Pemkab Nganjuk tengah gencar melakukan edukasi kepada peternak di Kota Bayu. Penyakit PMK tersebut dapat disembuhkan dan tidak menular pada manusia.


“Langkah pencegahan yang perlu diperhatikan, yakni menjaga kebersihan kandang dan menjaga kesehatan pada hewan ternak. Seperti memberi makanan yang baik dan vitamin, " terangnya.


Sebagai informasi, selain penutupan pasar hewan sementara di wilayah Kabupaten Nganjuk melalui SE Bupati Nganjuk juga diatur tentang pembatasan lalu lintas ternak (masuk dan keluar) dari dan menuju Kabupaten Nganjuk, menghentikan operasional Tempat Pemotongan Hewan (TPH) milik perorangan dan mengalihkan pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH).


Selanjutnya melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang dan pasar hewan serta melakukan seleksi ketat penyembelihan/pemotongan ternak ruminansia di Rumah Potong Hewan (RPH).

( Adv) 

Komentar

Tampilkan

Terkini