-->

Author Details

Kang Marhaen Apresiasi Berdirinya BMTNU

Tuesday, May 10, 2022, May 10, 2022 WIB Last Updated 2022-05-11T00:44:11Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Nganjuk, radarmerahputih com - Marhaen Djumadi  Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk menghadiri peresmian Kantor PCNU Nganjuk , dirinya  menyatakan dukungannya terhadap upaya Nahdlatul Ulama melakukan penataan perekonomian keumatan. Karena itu dia turut bangga atas beroperasinya BMTNU kabupaten setempat setelah resmi diluncurkan di aula kantor PCNU Nganjuk, Minggu  (06/02/2022).


 

Dalam sambutanya Marhaen Djumadi mengatakan “Saya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh PCNU Nganjuk. Atas nama pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk kami beharap NU bisa bersinergi dan berkontribusi dalam hal penataan ekonomi keumatan sebagai upaya pengentasan kemiskinan,” katanya.


Marhaen orang nomor satu di Nganjuk ini juga mengatakan bahwa masyarakat di wilayahnya membutuhkan lembaga permodalan berbasis syariah. Dengan hadirnya BMTNU Nganjuk menjadi  diharapkan menjadi jalan keluar persoalan ekonomi mengingat jumlah warga nahdliyin di Kabupaten Nganjuk juga besar.


 

Sementara A' wan dari PWNU Jawa Timur yang juga mantan wakil ketua lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama ( LPNU ) Jatim ini  mengungkapkan “NU Jamaah nya banyak, memang harus ada koperasi, sehingga kebutuhan warga nahdliyin akan dipenuhi oleh BMTNU,” sambung A’wan PWNU Jatim tersebut.


 

Mantan Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jatim tersebut berpesan agar BMTNU Nganjuk dikelola dengan baik dan profesional. Dirinya mengaskan pengelolaan BTMNU tidak boleh memakai manajemen paternalistik, sungkan, tidak enak dan lain-lain.


 

“BMT NU itu sama seperti pengelolaan bisnis jasa keuangan, artinya seluruh sistem harus berjalan, dan harus laporan setiap saat. di Perbankan itu sehari harus selesai semuanya,” ujarnya.


Ia juga mengajak kepada seluruh pengurus NU di masing-masing tingkatan untuk bersama-sama membangun perekonomian umat. Doktor lulusan Universitas Malang tersebut menyebut istilah bisnis  sebagai pertempuran bebas, jika tidak di proteksi akan kalah dengan yang lain.


“InsyaAllah kami juga support Kiai, kami tawadhu,” pungkasnya.


( Red / sw ) 

Komentar

Tampilkan

Terkini