-->

Nasdem

Nasdem

Author Details

Sesaji Rojo Suryo digelar di Pendopo Pantai Regent Balekambang

Saturday, July 30, 2022, July 30, 2022 WIB Last Updated 2022-07-30T15:19:05Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Malang ,radarmerahputih.com - Dalam rangka sarasehan budaya Jawa pemerintah desa Srigonco Kecamatan Bantur kabupaten Malang (30/7/2022) bersamaan dengan menyambut kalender jawa 1 suro .


Adapun dalam kegiatan sarasehan tersebut, narasumber dari Malang Sutrimo Rekso Budoyo menyinggung terkait budaya Jawa yang harus dijaga dan dilestarikan.


Lebih jauh, "saya diundang hari ini untuk menjelaskan pada generasi muda yang hadir di pendopo Bima sakti pantai regent Balekambang, agar budaya Jawa yang saya rasa mulai terkikis saat ini bisa kembali dilestarikan oleh generasi sebagai penerus budaya bangsa ". singkat nya


sedangkan dari kepala desa Srigonco Kecamatan Bantur kabupaten Malang Didit puji Leksono saat temui awak media (30/7/2022) "kami selaku pemerintah desa Srigonco barusan mengumpulkan tokoh masyarakat, pemuda dan BPD untuk membentuk sebuah lembaga adat desa ".


" Yang mana lembaga tersebut untuk memberikan wadah pada masyarakat dalam melestarikan adat budaya Jawa yang ada di Desa Srigonco seperti halnya budaya Larung sesaji yang kami laksanakan setiap tahun sekali pada awal bulan syuro atau menjelang satu syuro ". Ujarnya


Menurut Mbah Siono Karyo Utomo selaku sesepuh Desa Srigonco dan juga ketua lembaga adat desa Srigonco" saya setuju dengan keterangan kepala desa tadi, saya hanya mau menambahkan kalau implementasi dari terbentuknya lembaga adat desa Srigonco seperti saat ini sudah saya laksanakan sarasehan adat budaya Jawa yang dihadiri oleh tokoh adat budaya kabupaten Malang yakni KRAT Sutrimo Rekso Budoyo  ".



Selain itu," saya mau menjelaskan sedikit tentang awal berdirinya pendopo di pantai regent Balekambang ini, saya mengulas kalau dulu sebelum adanya bangunan untuk pendopo , saya mendapat wangsit atau bisikan saat meminta petunjuk dari Tuhan yang maha esa tentang lokasi yang betul dan sesuai sebagai tempat pendopo".


" Hingga akhirnya saya putuskan untuk membangun pendopo disini dan memberi nama Bima sakti, makanya didepan pendopo saya buatkan gambar timbul dua sosok pewayangan yakni Semar dan Bima sakti atau tokoh wrekudoro brontoseno ".


"Dan malam ini bertepatan dengan berlangsung nya pagelaran wayang kulit dengan lakon sesaji rojo Suryo dalam menyambut satu syuro atau satu Muharram 1444 H atau tahun 2022.

Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan kita semua diberi kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT Tuhan yang maha esa". Pungkasnya pada awak media (Tim)

 

Komentar

Tampilkan

Terkini