-->

Nasdem

Nasdem

Author Details

Doa Bersama Atau Selamatan Di Petilasan Kelurahan Parang Sebagai Pelestarian Adat Budaya Lokal.

Friday, August 12, 2022, August 12, 2022 WIB Last Updated 2022-08-12T10:12:39Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Magetan, radarmerahputih.com - Sudah merupakan tradisi turun temurun untuk menyambut datangnya bulan Muharram atau orang Jawa biasa menyebutnya dengan bulan Suro, pelaksanaan bersih desa diadakan di hampir sebagian besar desa-desa ataupun kelurahan yang tersebar di Kabupaten Magetan.


Salah satunya adalah kelurahan Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, yang mana pada hari ini melakukan kegiatan bersih desa dengan menggelar doa bersama dan selamatan yang diadakan di petilasan atau punden Migit. Jum'at (13/08/2022).


Dihadiri oleh Kepala Kelurahan Parang Agustin Ambarwati S.Pd, perangkat desa setempat, sesepuh kelurahan Parang, Pemuka Agama dan masyarakat sekitar acara doa bersama dan selamat berjalan dengan sangat khidmat.


Sudah menjadi suatu kebiasaan atau tradisi ketika bulan Suro datang warga masyarakat kelurahan Parang berduyun-duyun datang ke petilasan atau punden untuk melakukan selamatan.


Mereka membawa masing-masing aburampen ( perlengkapan) untuk selamatan, yang mana setelah acara doa bersama makanan yang dibawa dan dikumpulkan ini dinikmati secara bersama-sama, sebagai wujud rasa syukur karena masih diberikan kesehatan,rejeki dan umur untuk menapaki bulan suro ini.


Dalam sambutannya Kepala Kelurahan Agustin Ambarwati S,Pd mengungkapkan bahwa acara bersih desa ini merupakan tradisi dari para leluhur. Diharapkan masyarakat tidak salah mengartikan acara ini sehingga bisa dimaknai dengan baik.


" Ini adalah tradisi warisan dari embah-embah (nenek moyang) kita terdahulu, yang mana mereka melaksanakan acara bersih desa tiap tahunnya, dan kita tinggal meneruskan adat atau tradisi tersebut," ungkapnya.


Dengan adanya acara ini diharapkan bisa memaknainya dengan positif,yakni untuk mengenalkan kepada generasi muda akan kearifan budaya lokal yang dimiliki dan diwariskan oleh nenek moyang. Yang perlu untuk dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada perjuangan atau Napak tilas para leluhur yang telah berjuang membangun desa.


Selain itu, diharapkan juga dengan adanya acara bersih desa,  kelurahan Parang bisa menjadi lebih baik ke depannya. Lebih maju, lebih berkembang dan lebih makmur.Jangan sampai masyarakat salah mengartikan kegiatan ini.


"Harapan saya dan harapan kita semua tentunya dengan dilaksanakan acara ini yaitu kelurahan Parang bisa menjadi lebih maju kedepannya. Dijauhkan dari malapetaka ataupun pagebluk, serta masyarakat Parang yang diberikan kemakmuran dan kesejahteraan," tambah Kepala Kelurahan.(IK)

Komentar

Tampilkan

Terkini