-->

Nasdem

Nasdem

Author Details

Oknum Ketua Gapoktan Di Tanggamus Diduga Lakukan Pungli, Bagi Kelompok Tani Lebah Madu.

Tuesday, August 2, 2022, August 02, 2022 WIB Last Updated 2022-08-03T03:24:26Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Tanggamus radarmerahputih.com Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Empat Kelompok Tani Mandiri (KTM) Ternak Lebah Madu selaku penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2021 di Kesatuan Pengolahan Hutan (KPH) Batutegi Kabupaten Tanggamus diduga tidak transparan atas nilai anggaran yang diterima.


Tidak transparannya DAK tahun amggaran 2021 untuk Gapoktan ternak lebah madu itu dirasakan Jupri, selaku Ketua Kelompok Karya Tani Mandiri (KTM) 1.


“Rekening nggak tahu, rekening bukan saya yang megang,” kata Jupri di kediamannya, Rabu (16 Februari 2022) lalu.


Bahkan Jupri pun juga mengaku tidak mengetahui besaran nominal DAK yang dikucurkan pemerintah ke KTM-nya.


“Besaran dari pemerintah itu katanya 200 juta, tapi saya nggak tahu sih,” kata Jupri lagi.


Sementara Bendahara KTM 1, Parmin mengaku besaran DAM mereka terima Rp49 juta. Namun dengan alasan ada pemotongan pihaknya hanya menerima Rp34,5 juta. Ia menjelaskan uang tersebut ia terima dari seorang bernama Prayitno di kediaman Ketua KTM 1, Jupri.


“Dananya dianterin kesini (red-rumah Jupri), yang bawa uang pak Prayit, sejumlah 49 juta dan setelah potong ini dan itu, diserahkan sama saya itu 34 juta lima ratus ribu, untuk kebutuhan sini lah,” tuturnya.


Sementara itu, Ketua Kelompok KTM 2, Sukirman mengatakan jika anggaran DAK yang diterima KTM sebesar Rp200 juta. Namun, kata dia, uang tersebut hanya sebagian yang diberikan ke KTM, sisanya masih dipegang Ketua Gapoktan bernama Basuki.


“Informasinya kemaren itu kita ke Bank Lampung, langsung kita pencairan, cairnya 200 juta. Awalnya kita nerima 200 juta, disini kan ada ketua Gapoktan. Ya sisanya masih dipegang ketua Gapoktan, pak Basuki. Sementara kita terima besaran enamapuluhsatu juta limaratus riburupiah, (Rp 61,500,000,- ) Yang menyerahkan Pak Basuki,” jelasnya.


Sementara, berdasarkan informasi dari pengurus KPH Batu Tegi yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan jika kelompok tani ternak madu di wilayah tersebut tidak  berjalan sebagai mana mestinya. 

 

“Kayak nya gak jalan itu, Produk nya gak muncul. Yang lain di Curup Tirai produknya keluar,” hasilnya, tulisnya kepada awak media via Aplikasi WhatsApp.


(Husni.M.)

Komentar

Tampilkan

Terkini