-->

Author Details

Bersama dengan 16 Kepala Daerah lainnya ,Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Mengikuti Digital Leadership Academy (DLA) di Singapura.

Tuesday, November 29, 2022, November 29, 2022 WIB Last Updated 2022-11-30T00:23:32Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ketika mengikuti kegiatan Digital Leadership Academy di Singapura.)


Banyuwangi ,radarmerahputih.com- Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas bersama dengan 16 kepala daerah lainnya, bertolak ke Singapura untuk mengikuti Digital Leadership Academy (DLA) selama empat hari mulai Rabu (23/11/2022) hingga Sabtu (26/11/2022).


Sebagai informasi, DLA merupakan program pelatihan unggulan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Republik Indonesia (RI) yang dirancang bersama perguruan tinggi terbaik dunia, di antaranya National University of Singapore (NUS), Tsinghua University, Harvard University, dan University of Oxford (dilangsir dari Compas.com .)


Ipuk menyampaikan , kesempatan yang diberikan oleh Kemenkominfo harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan ilmu, wawasan, dan inspirasi bagi kepemimpinan di daerah.


“Kami banyak dapat insight bagaimana menjadi pemimpin yang memiliki visi digital untuk penyelesaian masalah publik,” ungkap Ipuk dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (26/11/2022).


Selama di Singapura itu, lanjut Ipuk, dirinya mengikuti sejumlah sharing session bersama pelaku bisnis digital Asia, seperti Direktur untuk The Asian & Pacific Training Center for ICT for Development, Kiyoung KO.


Para pemimpin daerah tersebut juga mengunjungi sejumlah institusi berbasis digital di negeri kepala Singa Tersebut. Di antaranya Amazon Web Service (AWS) Singapura, Government Technology Singapura, Government Investment Corporation (GIC) Singapura, dan Public Servide Division Singapura.


“Semoga serangkaian pertemuan tersebut bisa menjadi pembuka untuk membangun jejaring internasional bagi pembangunan di Banyuwangi. Seperti Amazon yang rupanya tertarik dengan konsep Smart Kampung Banyuwangi,” jelas Ipuk.


Menurutnya, kegiatan short course memiliki dampak yang signifikan jika dilakukan dengan baik. Dia mencontohkan ketika Banyuwangi diundang untuk mengikuti short course pelayanan publik di Azarbaijan pada 2019.


Kursus singkat tersebut membuahkan hasil Mall Pelayanan Publik yang merupakan salah satu pioner di Indonesia


“Tidak menutup kemungkinan, ada inspirasi baru yang nanti bisa diaplikasikan di Banyuwangi. Terutama, untuk pengembangan program smart kampung yang selama ini telah dikembangkan di Banyuwangi,” pungkasnya.


Selain itu, Ipuk juga berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kemenkominfo. Pasalnya, tidak semua kepala daerah memiliki kesempatan yang demikian.


“Semoga ada yang bisa diterapkan nantinya di Banyuwangi. Khususnya, untuk penguatan layanan digital di sini,” harap Ipuk.

( Gito ) 

Komentar

Tampilkan

Terkini