-->

Author Details

Jaga Kelestarian Hutan, Babinsa Posramil Sekar Bojonegoro dan elemen Masyarakat Tanam 6000 bibit Sukun

Thursday, December 1, 2022, December 01, 2022 WIB Last Updated 2022-12-02T07:00:19Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



BOJONEGORO, radarmerahputih.com -     Sebagai upaya mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan hidup, dan meminimalisir dampak bencana, jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Posramil 16/Sekar, Kodim 0813 Bojonegoro, turut dalam kegiatan penanaman pohon sukun dilereng Gunung Pandan di kawasan hutan Petak 190 RPH Klino BKPH Deling, Kecamatan Sekar, Bojonegoro.


Dalam kesempatan itu, Babinsa Klino, Pelda Basuki Purbiantoro, mengatakan bahwa kegiatan dilaksanakan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap kondisi hutan yang sangat perlu dihijaukan kembali dan secara berkelanjutan agar kelestarian hutan tetap terjaga.


"Penanaman pohon ini dilakukan untuk tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup, serta dapat terjaganya sumber daya alam dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana," ujarnya, Jum'at (2/12/2022).


Sementara itu, Asper BKPH Deling, Agus Ivan Hariyanto, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat khususnya Institut teknologi Surabaya ( ITS) yang telah peduli dengan kondisi kawasan hutan perlindungan guna pengurangan dampak bencana.


"Kebetulan di BKPH Deling yang sebelah kanan wilayah hukum Sekar, dan sebelah kiri wilayah hukum Gondang. Untuk itu kami mohon bimbingan dari Bapak Kapolsek," harapnya.


Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Zaenul Ma'arif, menyampaikan perihal kondisi bahwa daerah hulu perlu adanya resapan air yang cukup. Sehingga disaat hujan turun pohon yang meresap harus cukup, agar tidak sampai terjadi erosi dan bisa terhindar tanah longsor. 


"Untuk itu, mari kita jaga bersama, karena keberadaan hutan adalah warisan anak cucu kita untuk keberlangsungan hidup, bukan untuk kita habiskan sekarang. Akan tetapi harus kita jaga ekologi dan sumber ekonomi," ucapnya.


Dosen Program Studi Magister Manajemen Bencana Pasca Sarjana Institut Teknologi Surabaya, Arif, mengungkapkan bahwa Institut memiliki 3 kewajiban (Tri Dharma) yaitu Penelitian, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat.

Sehingga, dengan adanya potensi bencana seperti tanah longsor dan kebanjiran, wajib mencari solusi serta melakukan kerjasama secara berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.


"Kami juga sangat berterima kasih bisa bekerja bersama membantu 6.000 bibit Sukun. Dengan adanya kegiatan diharapkan bisa untuk keseimbangan alam, di saat turun hujan pohon bisa meresap dan tatkala musim kemarau bisa menjaga eksistensi sumber air. Dan bisa mengurangi bencana erosi/longsor," pungkasnya.

( Humas / rdks ) .

Komentar

Tampilkan

Terkini