( Kang Marhaen saat nyambangi korban salah tangkap)
Nganjuk,radarmerahputih.com - Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi sambangi laki laki berinisial S warga dusun Jarakan desa Sidoharjo Warujayeng yang menjadi korban amukan massa karena diduga akan mencuri motor yang diparkir di Pasar Warujayeng.
Rasa iba yang mendalam setelah kang Marhaen melihat kondisi rumah dan kondisi mental S.
( kapolsek lilik bersama kadex dan perangkat desa setempat) .
Kang Marhaen yang saat itu bersama rombongan ( Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Haris Jatmiko, Kapolsek Warujayeng Kompol Lilik Suharyono, Mantri Pasar Warujayeng, serta perangkat desa setempat) , tersentuh hatinya melihat kondisi mental S, trauma yang mendalam bahkan rasa takut melihat orang banyak saat berada di rumahnya.
" Ketemu pertama kali itu mau salaman, tapi dia malah mundur, seperti ketakutan. Traumanya cukup berat. Ini yang harus ditangani dulu,” ujar kang Marhaen.
" Kami akan membawa S ke RSD Kertosono guna menjalani visum lanjutan dan penanganan medis, termasuk pendampingan psikologis, karena saat rombongan datang, S bahkan terlihat ketakutan sampai hendak melarikan diri serta sempat pingsan karena syok melihat kerumunan warga." Ujar Kang Marhaen.
Dirinya membawa nama Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Nganjuk akan memberikan pendampingan penuh terhadap S hingga kasus ini tuntas, termasuk bantuan hukum dan kesehatan mental. Terkait kasusnya, kita akan lakukan mediasi atau advokasi.
( Rosi kuasa hukum korban)
S, Rosi Armitasari kuasa hukum korban menegaskan bahwa, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku pengeroyokan dan memberikan kesempatan mediasi. Namun hingga kini, belum ada itikad baik dari para pelaku.
" Kami beri waktu untuk datang minta maaf. Kalau tidak, proses hukum tetap berjalan. Klien kami berhak mendapatkan keadilan,” tegas Rosi.
Sementara di pihak keluarga korban, Menurut keterangan adik korban, Binti Qoiriyah, S mengalami luka di bagian mata, dada, dan perut. Visum yang dilakukan dua kali menunjukkan adanya luka dalam pada dada korban.
Matanya yang kiri lebam, dadanya juga ada luka dalam,” kata Binti.
Diketahui, kejadian pada Senin (21/4/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. S diamankan oleh warga di Pasar Warujayeng setelah dicurigai mencoba mengutak-atik sepeda motor yang terparkir di depan mushola pasar. Meskipun motor tersebut masih terkunci dan tidak mengalami kerusakan, warga sempat memukuli S sebelum akhirnya diamankan oleh aparat kepolisian.
Polisi menyatakan tidak ada unsur kerusakan atau kehilangan dari kendaraan, dan pemilik motor pun tak merasa dirugikan serta memilih tidak melanjutkan perkara.
S dikenal sebagai pengamen dan belakangan diketahui mengalami depresi pasca kehilangan ayah dan perceraiannya. Bahkan, ibunya kini dirawat di RSD Kertosono karena jatuh sakit usai mendengar anaknya menjadi korban kekerasan massa.
( **)





0 Komentar