NGANJUK, radarmerahputih.com – Hanya dalam waktu 100 hari usai resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro langsung menunjukkan taji.
Dengan semangat “Nganjuk Melesat”, keduanya menggerakkan seluruh elemen birokrasi untuk bekerja cepat, tepat, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Hasilnya, sembilan prestasi membanggakan berhasil diraih Kabupaten Nganjuk dari berbagai sektor, baik di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun nasional.
“Ini bukan semata-mata keberhasilan Bupati dan Wakil Bupati, tapi buah dari kerja keras seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk, semua OPD dan jajaran hingga tingkat desa. Terima kasih atas kerja hebatnya. Kita tidak boleh lengah. Prestasi ini harus jadi motivasi untuk terus melayani rakyat dengan lebih baik,” ujar Bupati Marhaen dalam keterangannya, Jumat (30/5/2025).
Berikut 9 prestasi yang berhasil diraih dalam 100 hari kerja kepemimpinan Bupati Marhaen dan Wabup Trihandy:
1. Dinas Koperasi dan PMD: Seluruh koperasi yang tergabung dalam Koperasi Merah Putih (KMP) di 284 desa dan kelurahan telah terdaftar 100% dalam Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) milik Kementerian Hukum dan HAM RI sekaligus menjadi yang tercepat dan Terlengkap dalam pelaporan KMP se-Jawa Timur.
2. Dinas Lingkungan Hidup: 26 desa/kelurahan masuk program Berseri—jumlah terbanyak se-Jatim.
3. Asisten Pemerintahan (Aspem): Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) meraih Juara 4 se-Jatim.
4. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB): Juara 3 tingkat Provinsi Jawa Timur.
5. Kepatuhan Pelayanan Publik: Organisasi Perangkat Daerah di Nganjuk masuk 17 terbaik nasional, dengan nilai kepatuhan 97,84 kategori A versi KemenPAN-RB.
6. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP): Meraih nilai BB (70,07).
7. Indeks Reformasi Birokrasi: Meraih skor 84,05, masuk kategori A- alias Sangat Memuaskan.
8. Satpol PP Nganjuk: Terbaik II se-Jatim dalam penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas).
9. Inovasi Sosial Desa: Program Desa Inklusif dan Sistem Akuntabilitas Sosial dari Kemendes PDTT masuk 10 besar praktik terbaik nasional.
Wabup Trihandy menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi langkah awal dalam membangun Nganjuk yang lebih progresif dan inklusif.
“Kami tidak sedang mengejar popularitas, tapi kebermanfaatan. Yang penting adalah dampaknya langsung terasa oleh rakyat. Pemerintah harus hadir dan bekerja nyata,” ujar Wabup Trihandy.
Komitmen kepemimpinan Marhaen–Trihandy kini menjadi sorotan positif di kalangan birokrasi daerah. Tak hanya fokus pada penghargaan, pasangan ini juga menyiapkan sejumlah program prioritas untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan desa.
Dengan awal yang kuat ini, publik Nganjuk menaruh harapan besar agar semangat “gas pol” tak hanya berhenti di 100 hari pertama, tetapi terus berlanjut selama masa jabatan mereka.
( Sw)

0 Komentar