Nganjuk, radarmerahputih. Com
Budaya salaman akan dan setelah usai pelajaran sekolah, seluruh siswa di SMPN satu atap Rejoso Kabur aten Nganjuk Jawa Timur, merupakan kebiasaan atau pbentukan karakter yang bisa menjadikan motivasi untuk siswa di sekolah lain.
Mujadi kepala SMPN Satu Atap Rejoso, saat ditemui di ruangan nya mengatakan,"kebiasaan bersalaman ini sudah dilakukan sejak dulu, meski kami dari sekolah pinggiran namun kebiasaan atau budaya sopan santun dan bersalaman sebelum dan sesudah pelajaran di sekolah bisa mencerminkan karakter anak anak yang mengutamakan kesopanan kepada yang lebih tua, " Ujar Mujadi kepada media ini.
Budaya salaman saat pulang sekolah dengan guru adalah kebiasaan positif yang menumbuhkan karakter, sopan santun, dan rasa kekeluargaan, mencerminkan hormat serta kedekatan antara siswa dan guru melalui jabat tangan saat berpamitan, yang juga membantu membangun hubungan harmonis dan lingkungan belajar yang positif, serta diharapkan terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Untuk membentuk karakter dan menumbuhkan perilaku baik maka dibutuhkan pembiasaan sejak dini dan dengan hal-hal yang sederhana. Budaya bersalaman adalah salah satu pembiasaan yang selalu dijaga di SMPN Satu Atap Rejoso , Bersalaman antara guru dengan peserta didik diharapkan mempunyai pengaruh dan manfaat yang positif terhadap peserta didik.
Budaya bersalaman atau berjabat tangan ini diyakini dapat mencerminkan rasa kekeluargaan di sekolah. Selain itu, budaya bersalaman adalah upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan nilai karakter di lingkungan Sekolah Puncak dan juga dapat membentuk perilaku dan budi pekerti yang baik bagi peserta didik, juga dapat menanamkan sikap sopan dan hormat kepada guru dan orang yang lebih tua. ( Tim)

0 Komentar