Kunjungan Kerja Gubernur Jatim ke Nganjuk, Salurkan Bantuan Sosial Rp. 8,7 Milyar dan 610 Drum Aspal Untuk Percepat Insfrastruktur

 


Nganjuk,radarmerahputih.com - Kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam agenda “Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 H” di Pendopo KRT Sosro Koesoemo menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Nganjuk.

Dalam kesempatan ini, bantuan senilai Rp 8,7 miliar dikucurkan untuk mempertegas jaring pengaman sosial dan akselerasi pembangunan daerah.

Dalam kegiatan kunjungan kerja tersebut Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, Kegiatan ini difokuskan pada percepatan distribusi bantuan inklusif di pertengahan bulan suci.
Dalam agenda ini, Pemprov Jatim menyalurkan 9 program bantuan strategis.


Beberapa di antaranya meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), PKH Plus untuk Lansia, Zakat Produktif, hingga Bantuan Kemiskinan Ekstrem. Secara keseluruhan, alokasi bantuan untuk Kabupaten Nganjuk mencapai Rp 8.776.300.000.

”Penyaluran zakat produktif ini kami harapkan menjadi modal penguatan agar roda ekonomi masyarakat bawah tetap berdaya,” ujar Gubernur Khofifah.

Ia juga menginstruksikan agar proses pencairan dibuat ramah bagi kelompok rentan dengan penyediaan konter bank daerah di lokasi.

Mengingat momen Ramadan kali ini beriringan dengan Hari Raya Nyepi, Khofifah turut berpesan agar masyarakat Jawa Timur terus merawat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Pada kesempatan tersebut bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyambut positif dukungan ini. Menurutnya, bantuan tersebut sangat relevan dengan fokus pembangunan daerah, termasuk percepatan infrastruktur jembatan dan pengembangan sentra bawang merah di wilayah Rejoso.


Sinergi dan bantuan ini sangat sejalan dengan fokus Pemkab. Saat ini, Nganjuk terus mengebut infrastruktur seperti pembangunan Jembatan Kertosono dan perbaikan ruas jalan vital.

Di sektor pertanian," kami juga terus mendorong wilayah Rejoso sebagai sentra bawang merah, sehingga dukungan dari provinsi ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ungkap Kang Marhaen .


Selain bantuan sosial, sektor infrastruktur mendapat suntikan tenaga melalui penyaluran 610 drum aspal dari Pemprov Jatim. Bantuan material ini dialokasikan khusus untuk mendukung program Unit Reaksi Cepat Perbaikan Jalan (URC-PJ) yang tersebar di berbagai kecamatan se-Kabupaten Nganjuk.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan katalisator penting bagi proyek vital daerah.

Saat ini, Pemkab Nganjuk tengah memprioritaskan penyelesaian Jembatan Kertosono dan perbaikan ruas jalan penghubung Guyangan–Bojonegoro.


”Sinergi ini sangat sejalan dengan fokus kami untuk terus mengebut pembangunan infrastruktur fisik guna meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujar Marhaen.

Di sektor agrikultur, Pemkab Nganjuk juga menerima intervensi bantuan 100 ton benih kedelai. Langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sembari terus mengembangkan wilayah Rejoso sebagai sentra bawang merah nasional. 

( adv/redks)



Posting Komentar

0 Komentar