Beberapa Warga Di Kelurahan Sebani Keluhkan Pengelolaan Dana Kas Kematian Dan Desak Transparasi

 


Pasuruan -  radarmerahputih.com-Warga Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, mendesak pengurus paguyuban kematian untuk membuka laporan keuangan dana kas kematian secara transparan.


Dana yang dihimpun dari iuran swadaya warga itu dinilai perlu dikelola lebih terbuka, baik dari sisi pemasukan maupun pengeluaran.


Desakan muncul karena warga belum pernah menerima laporan resmi terkait saldo akhir dan penggunaan dana yang sudah berjalan sekitar 10 tahun. Mereka berharap kondisi kas diumumkan rutin agar tidak menimbulkan prasangka.


Dalam hal ini, tiga poin utama yang disampaikan perwakilan warga. Diantanya, pengurus diminta membuat laporan minimal sebulan sekali atau setiap selesai kegiatan pemakaman.


Selain itu, Laporan keuangan diharapkan ditempel di papan pengumuman masjid, musala, atau dibagikan melalui grup WhatsApp warga. Dan warga meminta penjelasan detail penggunaan dana, mulai dari biaya kain kafan, upah gali kubur, hingga kebutuhan perawatan jenazah lainnya.


" Sebenarnya kami hanya ingin tahu berapa saldo yang ada dan ke mana larinya uang iuran tiap bulan. Kalau transparan, warga akan lebih ikhlas dan semangat membayar ", ucap salah satu warga yang enggan disebut namanya, Selasa (28 April 2026).


Selain itu, warga lain dengan sontak mengaku belum pernah mendapat sosialisasi maupun penjelasan resmi dari pengelola terkait keuangan kas kematian.


" Sepengetahuan saya tidak pernah ada sosialisasi. Perlu disampaikan, setidaknya lewat WA Grup biar semua tahu jumlah masuk dan keluarnya ", saut warga lain.


Diketahui, besaran iuran sendiri telah mengalami kenaikan. Sebelumnya setiap kepala keluarga dikenakan Rp3.000 per bulan. Sejak Januari 2026, nominal naik menjadi Rp5.000.


" Sebelumnya Rp3.000, lalu awal Januari 2026 naik jadi Rp5.000 sampai sekarang. Saya tinggal di sini delapan tahun, jadi iuran sudah berjalan kurang lebih 10 tahunan ", ungkapnya.

 

Bagi warga, dana kematian adalah amanah sosial yang menyangkut kepentingan bersama. Tanpa laporan jelas, kepercayaan terhadap pengurus dikhawatirkan menurun.


Lebih lanjut, warga berharap kepada RT, RW, hingga pengurus paguyuban di tingkat kelurahan segera merespons dengan menunjukkan pembukuan yang akurat dan terbuka


" Kita berharap Kelurahan Sebani bisa jadi contoh wilayah lain dalam tata kelola dana sosial yang jujur, bersih, dan terbuka ", tutup warga.


Sementara itu, dalam hal ini. hingga berita ini diturunkan, awak media belum mendapat konfirmasi tindak lanjut dari tingkat RT, RW maupun pengurus paguyuban di tingkat kelurahan. (Syah)

Posting Komentar

0 Komentar