Paripurna DPRD Nganjuk Bahas Raperda Penyelenggaraan Perparkiran

 



Nganjuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Paripurna dengan agenda utama pembahasan intensif mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perparkiran.


Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dewan, anggota fraksi, serta perwakilan eksekutif, Kamis (23/4/2026).

Dalam pantauan di lokasi, suasana rapat berlangsung khidmat. Fokus utama pembahasan adalah laporan dari Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk yang telah melakukan kajian mendalam terhadap draf Raperda tersebut.

Regulasi ini diproyeksikan menjadi payung hukum baru untuk menata carut-marut perparkiran serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Nganjuk.

“Kami bentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Perparkiran,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Jianto,

Politisi dari Gerindra ini mengatakan, Raperda yang menjadi Perda harus berpihak pada masyarakat Kota Angin. Sehingga, perda tersebut bermanfaat bagi warga dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). 
"PAD itu digunakan untuk membangun fasilitas umum di Kabupaten Nganjuk," ujarnya
Dalam penghujung agenda Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Nganjuk, Wakil Ketua DPRD, Jianto, menyampaikan pesan penutup yang sarat akan makna bagi jajaran eksekutif. 

Di hadapan Wakil Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir, beliau memberikan catatan penting mengenai pelaksanaan kebijakan daerah. Jianto menekankan pentingnya keselarasan antara janji atau ucapan dengan realisasi di lapangan


.




"Sangat indah didengar, manis di bibir, tapi jangan sampai sakit di hati," ujar Jianto saat memberikan arahan penutup.

Pernyataan tersebut merujuk pada harapan agar segala rekomendasi yang telah diputuskan oleh legislatif dapat segera diimplementasikan oleh pemerintah daerah.

Jianto menegaskan bahwa seluruh jajaran Kepala OPD harus menindaklanjuti instruksi Wakil Bupati untuk menjalankan rekomendasi dewan secara cepat dan tepat.

Lebih lanjut, Jianto mengingatkan bahwa keberhasilan tata kelola pemerintahan sangat bergantung pada hubungan yang linear dan harmonis antara DPRD dan Pemerintah Daerah. Sinergi ini dianggap sebagai kunci utama agar jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Nganjuk tetap berada pada jalur yang benar (on the track) demi kepentingan masyarakat luas.
Usai mendengarkan pandangan dan rekomendasi dari DPRD Kabupaten Nganjuk, Wakil Bupati Tri Handy Cahyo Saputra menyampaikan tanggapan komprehensif yang menyentuh tiga sektor utama, pendidikan, ketenagakerjaan, dan kesehatan.

Wabup Handy menyatakan kesepakatannya terhadap usulan program Back to School.

Pria yang akrab disapa Mas Handy mengajak para anggota dewan di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil) untuk aktif memberikan data siswa SD, SMP, maupun SMA yang membutuhkan bantuan.
Lebih Lanjut, Data ini akan dimasukkan ke dalam program Sekolah Rakyat, yang merupakan program prioritas nasional dari Presiden. Wabup Handy menegaskan bahwa meskipun arahan pusat tidak dibuka secara umum, pemerintah daerah akan proaktif "menyisir" masyarakat melalui desil-desil kemiskinan yang ada.

Menanggapi isu tenaga kerja, Wabup Handy menegaskan komitmennya untuk memastikan putra daerah mendominasi lapangan kerja di Nganjuk. Pemerintah telah melakukan kunjungan ke berbagai perusahaan untuk memastikan penyerapan tenaga kerja lokal, terutama di wilayah Ring 1 lokasi industri.

Terjadi pergeseran fokus pelatihan di Dinas Ketenagakerjaan, dari menjahit rumahan menjadi menjahit industri (manufaktur) untuk memenuhi permintaan pasar yang besar, seperti kebutuhan 750 hingga 1.000 karyawan baru di beberapa perusahaan besar.

"Kami mencatat adanya ekspansi investasi di Kabupaten Nganjuk yang mulai bergerak dari middle-low ke middle-up," kata Wabup Handy.

Terakhir, Wabup memberikan instruksi tegas kepada seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari RSUD Nganjuk, RSUD Kertosono, hingga Dinas Kesehatan.

Mas Handy menekankan tagline utama, "Layanilah masyarakat dengan sepenuh hati."
Setiap tenaga medis diminta memberikan pelayanan dengan menganggap pasien sebagai keluarga sendiri agar tercipta pelayanan yang lebih manusiawi dan responsif.

"Terima kasih atas masukannya. Kita mulai berkembang dan melakukan banyak ekspansi. Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Nganjuk agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat di setiap Dapil," ungkap Tri Handy Cahyo Saputra.

( ***) 


 
 





Posting Komentar

0 Komentar