Respons Cepat DPRD Nganjuk , Protes Warga Desa Temel Loceret

 




 
Nganjuk,  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat menanggapi aksi protes warga Dusun Tempel, Desa/Kecamatan Ngronggot, yang menanam pohon pisang di jalan rusak.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Endah Sri Murtini, meninjau langsung lokasi tersebut, Rabu (8/4/2026) dan memastikan anggaran perbaikan jalan telah disiapkan.

Endah menjelaskan bahwa pihak legislatif sebenarnya telah menyusun perencanaan melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.

Namun, kurangnya komunikasi membuat warga merasa aspirasinya tidak terserap hingga memicu aksi penanaman ratusan pohon pisang dan pelepasan ikan lele di kubangan jalan pada Senin (6/4/2026).
 
“Sebenarnya untuk Dusun Tempel ini sudah saya alokasikan melalui Pokir saya di 2026 sebesar Rp200.000.000 untuk ruas jalan makam yang ada di sebelah kiri kita. Sayangnya, untuk publikasinya atau penyampaian saya mungkin agak terlambat sampai ke warga,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa untuk ruas jalan bagian belakang atau area makam, penganggaran sudah dipastikan masuk ke APBD Induk 2026.

Sementara itu, untuk merespons kerusakan di ruas jalan bagian depan yang dikeluhkan warga, DPRD akan melakukan langkah taktis dengan mengalihkan anggaran dari titik lain.

“Untuk ruas jalan yang di depan, baru Februari kemarin diusulkan ke kami saat reses. Untungnya sudah masuk ke SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah). Jadi, Pokir kami yang ada di daerah pemilihan (Dapil) lain, seperti Kertosono atau Prambon, akan kita geser untuk diprioritaskan di sini,” jelasnya.
Untuk diketauhi, secara keseluruhan, total anggaran yang akan digelontorkan untuk memperbaiki akses jalan di Dusun Tempel mencapai Rp400 juta.
Endah juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk teknis pelaksanaan pengalihan anggaran tersebut agar perbaikan bisa segera dirasakan manfaatnya.



Di sisi lain, pimpinan DPRD Nganjuk ini mengapresiasi cara warga menyampaikan aspirasi yang dinilai tetap kondusif meski sedang merasa kecewa.

“Kami juga mengucapkan terima kasih bahwa cara warga menyampaikan hal seperti ini tidak anarkis,” tutupnya.

Sebelumnya, warga Dusun Tempel melakukan aksi protes karena kondisi jalan sepanjang hampir 1 kilometer dibiarkan rusak parah selama lebih dari enam tahun.
Tokoh masyarakat setempat, Novelka Virtariansyah, menyebut aksi tersebut merupakan puncak kejengkelan warga yang selama ini merasa hanya diberi janji tanpa realisasi nyata. ( "") 

Posting Komentar

0 Komentar